Metropolis

Evaluasi Pemasangan Reklame JPO

Radarbekasi.id – Keberadaan reklame di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) dikeluhkan warga. Pasalnya selain mengganggu, keberadaan reklame yang menutupi JPO membaut warga was-was.

Tindak kejahatan di JPO rentan terjadi karena kondisi JPO yang gelap dan terhalang reklame.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi yang juga Ketua Pansus Iklan, Sihar Sitohang juga menyoroti persoalan tersebut.

Dia menilai bahwa JPO sejatinya tidak dipasang reklame, selain mengganggu,  juga dapat menambah beban JPO.

”Saya pernah menentang agar JPO tidak boleh ditempatkan papan iklan, karena sangat berbahaya jika terkena angin JPO bergetar, ya saya ingin Satpol PP menurunkan semua papan iklan di JPO karena sangat bahaya bagi pengguna jalan,”jelasnya.

Pihaknya meminta pemerintah daerah tidak hanya mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) tinggi tetapi mengesampingkan fungsi JPO dan keselamatan.

”Jangan hanya PAD nya besar, perbuatan yang bisa merugikan di perbolehkan. Yang pasti papan iklan di JPO itu kita larang karena JPO bebannya hanya untuk orang saja,” jelasnya

Terpisah, Kasi Pengembangan dan Pembangunan Jalan Jembatan,  Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kota Bekasi Idi Susanto mengatakan, keluhan warga akan ditindaklajuti. Namun dirinya sebatas penambahan lampu penerangan yang dikeluhkan.

“Untuk penerangan kita secapatkan akan mengirim petugas  untuk memperbaiki lampu penerang di JPO sepanjang Jalan A Yani,” kepada Radar Bekasi, Selasa (25/9).

Namun untuk papan iklan yang terpampang pihaknya megalihkan persoalan tersebut ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) karena berkaitan dengan PAD.

 “Kanapa iklan di JPO itu besar tidak kecil, karena semakin besar iklannya,  PAD yang di dapat juga besar. Ya, kalau untuk penataan papan reklame saya setuju di tata, karena terlihat estetika terganggu, tapi kita hanya melakukan kebijakan dan perawatan saja tidak lebih. Papan iklan itu Bapenda,”ujarnya. (pay)

Lebihkan

Artikel terkait

Close