Berita Utama

Kejari Cikarang Lidik Kegiatan BPBD

Radarbekasi.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang bakal melakukan penyelidikan terkait sejumlah kegiatan penanganan kekeringan yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi.

Kepala Seksi Intelejen Kejari Cikarang, Haerdin mengatakan, pihaknya akan melakukan klarifikasi pelaksanaan kegiatan dalam penanganan kekeringan yang melanda masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Pak Kepala Kejaksaan sudah memerintahkan saya untuk melakukan lidik, sebagai bentuk mengkalrifikasi terkait kegiatan. Apakah ada pelanggaran atau tidak yang membuat terjadinya kerugian keuangan negara,”ujarnya.

“Hal ini merupakan langkah awal, jadi kita lidik terlebih dahulu,” sambung Haerdin.

Sementara itu, salah satu warga Desa Ridogalih, Sahrul mendukung pihak kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan terkait kegiatan dalam penanganan kekeringan. Sebab, sumur bor dan penampungan air yang ada di Kecamatan Cibarusah tidak dapat dimanfaatkan sampai dengan saat ini.

“Saya berharap kalau kejaksaan memang serius bisa melakukan investigasi ke lapangan, jadi nanti bisa membandingkan mana kegiatan swasta dan pemerintah. Sebab yang dibuat swasta bermanfaat tapi kalau pemerintah tidak,” ujarnya.

Sebelumnya, pembangunan sumur bor oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi di Desa Ridogalih dinilai janggal. Karena, hingga saat ini sumur itu tidak bisa digunakan oleh warga sekitar.

Bukan hanya itu, penampungan air dan toren air yang ada di wilayah tersebut juga tidak bisa digunakan.

Tokoh masyarakat Desa Ridogalih, Muin menilai, pembangunan ketiga hal tersebut dilakukan tanpa perencanaan yang matang.

“Saya juga aneh melihatnya, kenapa kalau program dari perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) baik – baik saja dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya beberapa waktu lalu.

Ia menyatakan, pembangunan sumur bor yang dilakukan Pemkab Bekasi kurang baik. “Kenapa saya berani mengatakan kurang baik, sebab pembangunan sumur bor yang dilaksanakan pemerintah pasti tidak manfaat. Tapi kalau bantuan dari CSR perusahaan baik-baik saja. Begitu juga dengan pembangunan yang dilaksanakan dompet duafa,” terangnya. (and)

Lebihkan

Artikel terkait

Close