Berita Utama

Korban Arisan Daring Geram

Kejar Suami Terdakwa

Radarbekasi.id – Puluhan perempuan yang menjadi korban arisan daring melalui akun Facebook Mama Yona sempat membuat kegaduhan di depan Ruang sidang Sari II yang berada di lantai II Pengadilan Negeri Bekasi, Selasa (25/9).

 

Hal itu dikarenakan mereka mendesak bertemu dengan suami terdakwa kasus tersebut. Akan tetapi, yang bersangkutan tidak  kunjung keluar dari ruang sidang walaupun sidang sudah selesai digelar.

 

Petugas keamanan yang ada di lokasi berusaha menenangkan mereka dengan mengarahkannya agar keluar dari Pengadilan Negeri Bekasi dan membuat laporan kepolisian.

 

“Diam-diam, ini tempat persidangan kalau tidak suka dengan tindakan itu silahkan laporkan saja, asal jangan buat keributan disini,” teriak petugas keamanan lantang.

 

Selain itu, salah seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari ruang sidang lain juga sempat keluar ruangan untuk meminta para korban tidak membuat keributan.

 

Alhasil, beberapa diantaranya langsung turun ke bawah dan menunggu di depan Kantor Pengadilan Negeri Bekasi. Beberapa diantaranya bertahan. Mereka menunggu terdakwa dan suaminya keluar dari ruangan sidang.

 

Kuasa Hukum para korban, Syafrudin mengatakan, pemicu kegaduhan tersebut ialah karena suami terdakwa sempat kontak fisik dengan salah satu korban.

 

“Ketika (korban) hendak mengambil foto, suami terdakwa merasa tidak terima dan berusaha merebut ponsel salah satu korban yang tengah mengambil foto,” ujarnya.

 

Kejadian itu membuat puluhan korban lain yang tidak terima bereaksi. Mereka menunggu di depan ruang sidang yang berada di lantai II Pengadilan Negeri Bekasi.

 

“Itu wajar sebagai tindakan yang reaktif dari para korban, selain kehilangan uang puluhan juta, mereka mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan,” katanya.

 

Berdasarkan pantauan, keributan sempat berlanjut ketika suami terdakwa dibawa keluar ruang persidangan. Korban yang berada di lokasi mengejar. Untungnya, petugas kemanan berhasil melindungi suami terdakwa.

 

“Buntut dari insiden itu sudah selesai, suami terdakwa sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya, secara keseluruhan sudah berjalan lancar majelis bisa mengendalikan situasi, cuma ada sedikit kegaduhan sedikit,” paparnya.

 

Korban yang datang ke PN Bekasi dari sejumlah daerah mulai dari Bekasi, Makasar dan daerah lainnya. Salah satunya ialah Monica (30), yang berasal dari Bekasi.

 

Menurutnya, banyak korban yang tertimpa masalah karena kasus ini. Beberapa diantaranya jatuh sakit bahkan sampai menimbulkan masalah keluarga.

 

Ia meminta uangnya yang sudah diberikan sebesar Rp140 juta dikembalikan. Karena, menurut dia, dirinya sangat membutuhkan uang tersebut.

 

Untuk informasi, kasus tersebut merugikan sekitar 35 orang dengan total kerugian dari seluruh korban diperkirakan mencapai Rp15 miliar. (neo)

Lebihkan

Artikel terkait

Close