Berita Utama

Pernyataan Bupati Dikecam

Radarbekasi.id – Pernyataan Bupati Neneng Hasanah Yasin, “kalau saya tidak mau teken kalian mau apa,” atas aksi guru honorer yang minta SK Bupati, viral di media sosial.

Sontak, pernyataan tersebut menuai reaksi banyak kalangan. Tidak terkecuali dari para pendemo yang tergabung dalam Forum Pegawai Honorer Indonesia ( FPHI) Kabupaten Bekasi.

Salah satu guru honorer SDN 03 Suka Indah Husen Mubarok menyesalkan pernyataan bupati. Dirinya beserta para guru yang mendengar pada saat audiensi merasa kecewa.

Menurutnya, pihaknya yang datang kepada orang tua (bupati) bertujuan untuk bersilaturahmi dan mengadukan nasibnya sebagai guru honorer yang sudah mengabdi sekian tahun. Namun nasib dan kesejahteraannya tidak menentu.

“Jujur saya sangat kaget, karena saya mendengar sendiri saat beraudiensi dengan bupati di ruang rapat saat itu,”ujarnya saat dihubungi Radar Bekasi, kemarin.

Pria yang akrab disapa Barok ini menuturkan, untuk melakukan aksi damai. Para guru honor harus berswadaya mengumpulkan biaya demi memperjuangkan empat tuntutan.

Empat tuntutan tersebut diantaranya, mendapatkan SK bupati, jaminan kesehatan, honor sesuai umk, dan terdaftar di data base Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah.

Barok berpendapat, seharusnya pernyataan tersebut tidak boleh keluar dari seorang pemimpin. Kata dia, seharusnya memimpin itu bisa bertutur kata dengan baik dan sopan.

“Kami datang ini dengan baik baik tanpa anarkis, sseharusnya mendapatkan perlakuan dan perkataan yang baik,”ujarnya.

Namun demikian disisi lain, Barok juga mengapresiasi bupati dan jajarannya untuk mendata dan menginventarisir para guru honorer ke sekolah sekolah.

“Saya harap dengan turunnya ada kebaikan untuk kesejahteraan kami sebagai tenaga pendidik di Kabupaten Bekasi,”ujarnya. (and)

Lebihkan

Artikel terkait

Close