Metropolis

Kapolri: ISIS di Belakang JAD

Radarbekasi.id – Perang melawan terorisme terus dilakukan Polri. Sejumlah agenda meminimalisir jaringan teroris secara intensif dilakukan, diantaranya lewat pencegahan di sejumlah kampus.

Kampus Universitas Bhayangkara (Ubhara), misalnya menghadirkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam seminar kontra terorisme sebagai keynote speaker.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di korps Bhayangkara ini megungkapkan salah satu ancaman terorisme di Indonesia dipengaruhi dinamika terorisme di luar negeri, seperti ISIS di Syiria dan Afganistan.

’’Doktrinnya tetap sama. Melawan thogut berbuah surga,’’ imbuhnya dalam paparannya di Gedung Tanoto, Kampus Ubhara, Jalan Perjuangan Kelurahan Margamulya, Bekasi Utara.

Terorisme yang masuk kategori kejahatan transnasional, imbuh mantan Kapolda Papua itu, harus dilawan dengan pencegahan dini. Termasuk memperketat setiap penyelenggaraan event-event internasional, seperti Asian Games beberapa waktu lalu.

Jaringan terorisme luar negeri, sambung Kapolri, di Indonesia terbagi dalam dua gelombang. ’’Yang pertama gelombang Alqaedah dengan Jamaah Islamiyah (JI). Kedua jaringan ISIS dengan Jamaah Ansharud Daulah (JAD)-nya di Indonesia. Nah, saat ini ISIS dibalik aksi-aksi JAD,’’ tegasnya.

”Saya bersyukur kita memiliki UU nomor 5 tahun 2018 tentang penanganan terorisme. Undang-undang ini cukup bagus mengatasi penanganan hukum terhadap para teroris. Penanganannya bisa dilakukan secara soft atau keras sekali pun, bisa dilakukan,” tegasnya. (pay)

Lebihkan

Artikel terkait

Close