Berita Utama

Brantas Stunting dengan Jawilkiting

Radarbekasi.id – Untuk mengatasi masalah tumbuh kembang anak atau stunting, UPTD Pukesmas Jatiluhur meluncurkan program Jaga Wilayah Kita dari Stunting (Jawilkiting). Kepala Puskesmas Jatiluhur, Titik Elfifin menjelaskan, Stunting merupakan masalah tumbuh kembang anak yang diakibatkan terjadinya masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang memadai pada waktu yang lama.

Stunting umumnya terjadi sejak anak masih dalam kandungan dan baru akan terlihat pada saat anak berusia dua tahun.“Kondisi anak yang mengalami permasalahan Stunting ini akan terlihat kerdil dibandingkan dengan anak-anak lainnya,”terangnya.

Menurut nya,  Stunting ini terjadi akibat keadaan ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi dan zat besi. Berdasarkan penuturannya, kebiasaan ibu hamil ketika mengidam kemudian tidak nafsu makan dan lain sebagainya menjadi penghambat pertumbuhan bayi dalam kandungan.

Tidak hanya didalam kandungan, gizi anak harus terus diperhatikan selama seribu hari atau hingga anak berusia dua tahun, jika asupan gizi kurang atau tidak diperhatikan secara serius maka yang terjadi pada saat umur dua tahun tumbuh kembang anak akan menjadi kerdil dan mengganggu nalar berfikir atau IQ pada anak tersebut.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Puskesmas Jatiluhur menjadikan Posyandu Suka Asih yang terletak di RW 01 Jatiluhur sebagai pilot project.Secara rutin Puskesmas Jatiluhur terjun di lingkungan masyarakat untuk memeriksa kesehatan termasuk gizi anak.

“Jadi kita ada pilot projek satu Posyandu Suka Asih di RW 01 Jatiluhur itu setiap bulan kita tim turun kelapangan itu kita memeriksa kesehatannya, giginya, kesehatan umumnya. Disitu nanti kita periksa setiap kali datang kita punya raport seperti apa progresnya anak-anak, “ ungkapnya saat ditemui di Puskesmas, Jum’at (28/9).

Selain berfokus pada program Jawilkiting, Puskesmas Jatiluhur juga malaksanakan kegiatan rutin untuk memantau kondisi kesehta masyarakat sekitar diantaranya dilaksanakan di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

“Kalo yang dimasyarakat itu seperti biasa ya seperti yang esensial promosi kesehatan, imunisasi terus surveilen KB semuanya ada semuanya ya. Untuk pengembangnya ya macem-macem kita kesekolah melakukan pemeriksaan kepada remaja sekolah terus kesehatan jiwa termasuk untuk pengobatan tradisional kita mengawasi itu walaupun kita tidak melakukan pelatihan tapi kita mengawasi dia untuk mengawasi alat-alat yang steril, “ imbuhn Titik.  (sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Close