Berita Utama

Lempar Persoalan Reklame JPO ke DPMPTSP

Radarbekasi.id – Terkait adanya keluhan pengguna Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang terhalang  dengan papan iklan atau reklamen disekitar JPO, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melempat persoalan tesebut kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi.

”Jadi kita hanya menerima PAD nya saja Perizinan itu Papan Iklan reklame di JPO langsung bisa di tanya ke DPMPTS, sekali lagi kita hanya menerima PAD aja bang,” ujar Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Karya Sukma Jaya kepada Radar Bekasi Jum’at (27/9).

Hal senada diungkapkan Kepala Bapenda Kota Bekasi Aan Suhanda. Pihaknya mengaku kini fokus pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor termasuk pajak reklame.

Namun pihaknya kembali menegaskan bahwa munculnya papan iklan atau reklame JPO dibawah kewenangan DPMPTS.

 “Untuk perizinan Papan Reklame di JPO silahkan ditanya langsung ke DPMPTS karena pihaknya yang mengeluarkan izinnya kita hanya PAD nya saja,” ujarnya.

Sebelumnya, keberadaan reklame di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) dikeluhkan warga. Pasalnya selain mengganggu, keberadaan reklame yang menutupi JPO membaut warga was-was.

Tindak kejahatan di JPO rentan terjadi karena kondisi JPO yang gelap dan terhalang reklame.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi yang juga Ketua Pansus Iklan, Sihar Sitohang juga menyoroti persoalan tersebut.

Dia menilai bahwa JPO sejatinya tidak dipasang reklame, selain mengganggu,  juga dapat menambah beban JPO.

”Saya pernah menentang agar JPO tidak boleh ditempatkan papan iklan, karena sangat berbahaya jika terkena angin JPO bergetar, ya saya ingin Satpol PP menurunkan semua papan iklan di JPO karena sangat bahaya bagi pengguna jalan,”jelasnya.

Pihaknya meminta pemerintah daerah tidak hanya mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) tinggi tetapi mengesampingkan fungsi JPO dan keselamatan.

”Jangan hanya PAD nya besar, perbuatan yang bisa merugikan di perbolehkan. Yang pasti papan iklan di JPO itu kita larang karena JPO bebannya hanya untuk orang saja,” jelasnya

Terpisah, Kasi Pengembangan dan Pembangunan Jalan Jembatan,  Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kota Bekasi Idi Susanto mengatakan, keluhan warga akan ditindaklajuti. Namun dirinya sebatas penambahan lampu penerangan yang dikeluhkan.

“Untuk penerangan kita secapatkan akan mengirim petugas  untuk memperbaiki lampu penerang di JPO sepanjang Jalan A Yani,” kepada Radar Bekasi, Selasa (25/9).

Namun untuk papan iklan yang terpampang pihaknya megalihkan persoalan tersebut ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) karena berkaitan dengan PAD.

 “Kanapa iklan di JPO itu besar tidak kecil, karena semakin besar iklannya,  PAD yang di dapat juga besar. Ya, kalau untuk penataan papan reklame saya setuju di tata, karena terlihat estetika terganggu, tapi kita hanya melakukan kebijakan dan perawatan saja tidak lebih. Papan iklan itu Bapenda,”ujarnya. (pay)

Related Articles

Back to top button