Cikarang

Jadi Pemuda Jangan Manja!!

Radarbekasi.id – Sejak pagi, ratusan pemuda mulai memadati gedung GSG 139 yang berlokasi di Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Mereka datang dari berbagai penjuru kabupaten Bekasi untuk menghadiri seminar nasional yang dihelat oleh dewan pimpinan daerah (DPD) Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) Jawa Barat, Minggu (30/9).

Peserta  mulai memadati area gedung, setidaknya 1500 pemuda yang terdiri dari siswa sekolah menengah atas dan kejuruan serta mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di kabupaten Bekasi hadir di sesi pertama seminar nasional tersebut. Seminar nasional yang digelar oleh DPD Wimnus Jabar hari itu berlangsung selama dua sesi dengan peserta mencapai 3000 orang.

Dalam tema siap menuju Indonesia mendiri 2034 tersebut, hadir trainer dan motivator nomor satu Indonesia, Syafii Efendi yang pada kesempatan itu menjadi pembicara. Dalam kesempatan tersebut Syafii Efendi meminta kepada seluruh peserta seminar yang hadir untuk tidak berpacaran terlebih dahulu di usia keemasan mereka.

Sederet fenomena pemuda dan anak-anak generasi bangsa diangkat di dalam seminar tersebut, Syafii Efendi mengaku sangat miris melihat fenomena yang terjadi ditengah-tengah generasi penerus bangsa. Dalam kesempatan tersebut, trainer dan motivator energic Indonesia tersebut menyarankan kepada ribuan peserta seminar untuk fokus dalam menata masa depan untuk merubah taraf hidup dan tidak bergantung kepada orang tua.

Dia  berharap pemerintah saat ini memperhatikan  generasi mudanya yang sedang berjuang memperbaiki mentaltas diri sebagai generasi penerus bangsa. Ditahun politik ini, menurutnya pemuda harus mencari dan menempati posisi-posisi penting ditahun politik tersebut.

“Tahun politik adalah tahunnya pemuda, anak muda harus mencari posisi yang penting untuk menghadapi tahun politik ini. nah, saya berharap lahir pengusaha-pengusaha muda baru dari Bekasi, dan mereka bisa menyerap tenaga kerja dan memperbaiki hidupnya, syaratnya jangan pacaran dulu,“ ungkap Syafii Effendi ditengah kerumunan peserta seminar.

Saat akan menuju mobilnya, trainer dan motivator nomor satu Indonesia tersebut diserbu oleh peserta seminar untuk sekadar berfoto bersama, hasilnya pun Syafii Efendi harus dikawal oleh panitia untuk menuju mobil.

Sementara itu ditempat yang sama, ketua panitia seminar nasional, Mochammad Haula mengungkapkan seminar yang berlangsung kurang lebih 4 jam tersebut dapat mengirimkan pesan yang jelas bahwa pemuda tidak boleh cengeng dan merengek kepada orang tuanya, melainkan pemuda harus memiliki cita-cita tinggi serta penuh karya bagi dirinya sendiri maupun bagi bangsa ini.

Demografi yang segera dihadapi oleh Indonesia ditahun 2020 dapat menimbulkan efek positif jika pemuda mau untuk mengupgrade kualitas diri. Sementara sebaliknya akan menimbulkan efek negative jika pemuda tidak berniat keras untuk memeperbaiki kualitas diri mereka masing-masing. Dia juga menegaskan, bahwa pemuda harus mandiri, tidak boleh manja.

“Salah satunya kan Bekasi ini penuh dengan industry dan segala macem, dimana di Jakarta sudah dilontarkan dimana dibekasi ini juga kena yang namanya 2020 akan terjadi yang namanya bonus ledakan demografi, dimana itu plusnya adalah angka produktifitas tinggi dan juga angka pencari kerja banyak, pengangguran dimana-mana. So, saran dari itu adalah temen-temen semua harus upgrade diri kalian harus meningkatkan kualitas diri kalian, kaau kalian nggak mau upgrade diri kalian dan diam di zona nyamannya kalian akan tertinggal bahkan musnah, “ ungapnya.  (sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Close