Metropolis

‘Sampah jadi Emas’ Desa Setia Asih

Program Kebersihan Desa, jadi Percontohan

Radarbekasi.id – Desa Setia Asih, Kecamatan Taruma Jaya, kedatangan perwakilan humas dari kantor wilayah (kanwil) PT Pegadaian Seluruh Indonesia. Apa yang dilakukan?

Dalam rangka studi banding terhadap bank sampah, PT Pegadaian Seluruh Indonesia melakukan kunjungan ke Desa Setia Asih. Bank sampah itu merupakan kerja sama dengan PT Pegadaian yang menggunakan sistem sampah ditukar dengan emas.

Kunjungan dimulai dengan ramah tamah perwakilan kanwil dengan Kades Setia Asih Siti Qomariyah. Katanya, para perwakilan kanwil PT Pegadaian ingin melihat seperti apa sistem bank sampah di desa itu berjalan.

Kemudian, para peserta diberi kesempatan bertanya langsung kepada kepala desa yang akrab disapa Kokom ini. Siti menjawab satu per satu pertanyaan peserta.“Para perwakilan meninjau langsung lokasi bank sampah. Nanti, hasil (peninjauan, Red) akan dibawa ke wilayah masing-masing untuk dijadikan percontohan. Bank sampah Desa Setia Asih satu-satunya produk Pegadaian. Mudah-mudahan kunjungan tadi memuaskan para perwakilan,”kata Siti.

Siti menjelaskan sejumah hal kepada para peserta, seperti aturan bank sampah lalu pemilahan sampah untuk dibuang ke bank sampah.“Kita selalu sosialisasikan program ini kepada masyarakat. Alhamdulillah mereka memahami dan mengerti karena ini untuk kebaikan lingkungan dan meningkatkan perekonomian warga,” katanya.

‘Sampah jadi emas’ adalah tema bank sampah Desa Setia Asih yang bekerja sama dengan Pegadaian. Tiap warga yang membuang sampah di tempat itu, akan mendapatkan catatan di buku tabungan emas.

Soal harga sampah yang dibuang di tempat itu, Siti mengaku cukup kompetitif. Jadi, apabila nilai sampah yang dibuang oleh warga telah mencukupi untuk segram emas, maka warga akan mendapat logam mulia itu. Buku tabungan emas sebagai sarana mencatat progres nilai yang telah dikoleksi warga.

Dia juga mengajak warga berpartisipasi pada program bank sampah.Kepada PojokBekasi (Radar Bekasi Group),  Siti mengungkapkan kesabaran adalah kunci untuk merangkul masyarakat agar berpartisipasi pada program bank sampah.

“Alhamdulillah. Step by step. Kita harus sabar, enggak semuanya dikasih tahu langsung paham. Kita harus menghadapi dengan sabar, dengan beri pemahaman sesuai yang mereka mengerti,” katanya beberapa waktu lalu.

Ia mengaku program bank sampah yang kini sudah diikuti oleh ratusan warga itu akan sukses. Dari 8 dusun di Setia Asih, Siti memercayakan sejumlah orang (koordinator) untuk menyukseskan program itu.

“Dengan kesabaran dan kegigihan koordinator. Insya Allah program ini sukses. Saya imbau masyarakat jangan buang sampah sembarangan, selain lingkungan bersih, indah pastinya sehat. Sehat itu yang penting,” ucapnya.

Walau program bank sampah itu diakui belum maksimal hingga persentase 100 persen, Siti berharap para semua yang terlibat tidak pernah bosan untuk mengingatkan warga.

Program bank sampah Desa Setia Asih mengusung tema ‘sampah jadi emas’. Jadi, tiap warga yang membawa sampah ke bank sampah, akan dicatat sesuai dengan nilai sampah yang dibawa.Apabila nilainya telah setara dengan sejumlah beratan emas tertentu, nanti masyarakat dapat mendapat emas. (see/pojokbekasi)

Related Articles

Back to top button