Berita Utama

Desa Ridogalih Dijarah

Pelayanan Desa Lumpuh

Radarbekasi.id – Sentimen pasca pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bekasi 26 Agustus lalu nampaknya berbuntut panjang.

Beberapa pihak dari kandidat incumbent yang gagal kembali menjabat diduga mengambil aset hingga merusak fasilitas kantor desa.

Kondisi itu terjadi di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah. Kejadian ini diketahui saat Kepala Desa terpilih, bersama Aparatur Desa, mendatangi kantornya sudah dalam kondisi berantakan, Senin (1/10).

Dalam kejadian ini, fasilitas kantor desa seperti komputer, AC, TV, maupun Wifi hilang. Selain itu, berkas penting di sejumlah ruangan sudah dalam kondisi berantakan.

Tak hanya itu, pintu gerbang dan pintu kamar di kantor desa juga ikut hilang. Terakhir, listrik penerangan desa pun ikut diputus oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Kepala Desa Ridhogalih terpilih, Serma Komarudin membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini, kata dia, kantor desa dalam kondisi kosong dan tidak laik ditempati sebagai kantor.

Bahkan, rencana serah terima Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang dijadwalkan Selasa (2/10), terpaksa harus ditunda karena kondisi yang tidak memungkinkan. Ia belum bisa memastikan kapan serah terima tersebut akan dilakukan.

“Saya belum bisa bicara banyak, kemarin saya masuk kantor desa bersama dua orang Kecamatan, Danramil dan Babinsa untuk melihat keadaan di dalam desa, semua ruangan berantakan. Yang jelas tidak laik untuk dijadikan kantor,” ungkapnya, Selasa (2/10).

Serma Komarudin menyebut pasca pemilihan kepala desa, kondisi kantornya tidak laik huni. Selain itu juga tidak adanya fasilitas bekerja.

Oleh karena itu, pihaknya berinisiatif memindahkan kantor pelayanan sementara ke rumahnya. Hal itu dilakukan agar tidak menggangu pelayanan kepada masyarakat.

”Setelah pemilihan Kepala Desa sampai saat ini, pelayanan di Desa Ridogalih lumpuh. Tetapi untuk sekarang, pelayanan akan saya tarik ke rumah,”jelas Serma.

Sejauh ini, Serma Komarudin, tidak mau melaporkan kejadian pengrusakan dan penjarahan aset desa di kantornya kepada pihak kepolisian. Ia juga tidak mau berspekulasi siapa pelaku yang melakukan tindakan kriminal tersebut.

Serma mengaku ikhlas menerima kejadian yang berlangsung Senin (1/10) lalu. Oleh karena itu, pihaknya menegaskan tidak akan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.

Bersama aparatur desa lain, pihaknya juga masih berdiam diri dan belum melakukan pembersihan kantor yang dirusak tersebut. “Sampai saat ini, sebelum dilantik menjadi Kepala Desa, kami belum melakukan pembersihan dan yang lainnya, karena kami belum berani,” katanya.

Terpisah, Kapolsek Cibarusah, AKP Agus menegaskan, informasi adanya penjarahan dan perusakan Kantor Desa Ridogalih, pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan kejadian itu termasuk penjarahan atau bukan. Sebab, pihak kepolisian terkendala alat bukti.

Menurut AKP Agus, saat kejadian orang yang membawa sejumlah barang di kantor Desa Ridogalih ialah Kepala Desa Ridogalih sebelumnya, Abdul Jamah.

Tidak adanya saksi yang bisa menjelaskan barang milik desa maupun pribadi juga menjadi kendala kepolisian untuk menyimpulkan kejadian itu penjarahan atau bukan.

”Tidak ada yang bisa memberikan keterangan, apa saja yang termasuk barang inventaris desa, mana yang barang pribadi,”ucapnya, Selasa (2/10)

Pihak kepolisian tidak mau berspekulasi dalam menangani kejadian ini untuk menghindari tuduhan keberpihakan oleh salah satu pihak. Apalagi, Badan Permasyarakatan Desa (BPD), Kepala Desa terpilih, Serma Komarudin, tidak bisa menjelasakan barang inventaris maupun pribadi.

“Pada dasarnya saya belum bisa menyimpulkan itu barang inventaris desa, atau milik kepala desa inkamben. Karena kepala desa incumbent juga susah ditemui, jadi susah mau nanya juga,” ujar Agus.

Menurutnya, mengenai kerusakan, sampai saat ini pihak kepolisian belum mengetahui pelaku perusakan. Sebab, bisa saja barang-barang di kantor desa merupakan milik kepala desa sebelumnya.

“Sampai saat ini tidak ada laporan. Kalau memang kepala desa yang terpilih mau melaporkan, silahkan saja. Tapi saat ditanya, kepala desa terpilih tidak mau melapor,” tutupnya. (pra)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close