Berita Utama

Pengembalian Fungsi Lahan

RTH dan Jalan Umum

Radarbekasi.id – Sebanyak 144 bangunan liar di Jalan Tanggul Permata Alinda Raya (dipinggir  saluran Irigasi), Kelurahan Kali Abang Tengah dibongkar, Selasa (2/10). Pembongkaran dilakukan Dinas Tata Ruang (Distaru) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi.

Zeno Backtiar, Kepala Bidang Pengawasan Bangunan Dinas Tata Ruang Kota Bekasi mengatakan, pembongkaran itu menyusul rencana pengembalian fungsi lahan untuk penataan jalan di lokasi tersebut. “Ini sesuai dengan surat yang kita terima dari Walikota yang dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tindak lanjut penertiban bangunan liar,” katanya kemarin.

Ia menjelaskan, warga yang tinggal di atas lahan Irigasi sudah diberikan surat peringatan oleh Pemkot Bekasi agar segera meninggalkan bangunan atau menertibkan sendiri bangunannya. Setelah itu, barulah kemudian Pemkot melakukan pembongkaran sesuai dengan batas waktu yang diberikan.

Dikatakannya, Ratusan bangunan itu sebelumnya telah diberikan surat peringatan sebanyak tiga kali. Meski demikian, penolakan warga tak bisa dihindari saat pembongkaran berlangsung.

“Warga telah diberikan surat peringatan sebelumnya untuk membongkar sendiri, kita sudah berikan waktu warga tetap belum membongkar bangunannya, adanya penolakan dari warga karena mereka meminta renggang waktu untuk di eksekusi, surat peringatan sudah tiga kali dan ini batas waktu akhirnya, hari ini kita tertibkan.”ujarnya.

Ratusan bangunan liar yang berada di sisi tanggul dibongkar dengan menggunakan alat berat dan mengerahkan sebanyak 150 personil baik itu dari Distaru, Satpol PP, PLN maupun dari aparat dan linmas Kecamatan Bekasi Utara. Petugas juga menurunkan satu alat berat.

Diketahui sebelumnya, proses pembongkaran Bangli di lokasi tersebut sudah berjalan sejak tahun 2017 lalu dan tahun ini adalah langkah akhir untuk melakukan pembongkaran. Menurut Lurah Kali Abang Tengah, Sri Setiangingrum, sempat ada warga yang meminta penundaan pembongkaran dengan alasan yang tidak masuk akal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah pemilik bangli memiliki 10 bangunan dan disewakan ke warga lain.

“Alhamdulillah warga tidak ada yang merasa keberatan terhadap penertiban ini, nantinya lahan yang sedang di tertibkan akan di buat Jalan Umum dan Ruang terbuka Hijau (RTH) di sepanjang jalan irigasi ini. Pembongkaran dilakukan selama 3 hari warga pun ada yang ikut membungkar sendiri bangunannya.” tutupnya. (pay)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close