Metropolis

Polrestro Bekasi Kota Maksimalkan Personil

Pengamanan Pemilu 2019

Radarbekasi.id – Polres Metro Bekasi Kota akan memaksimalkan sumber daya personil kepolisian yang dimiliki untuk pengamanan Pemilu 2019 mendatang.  Sebab, jika mengandalakan bantuan kendali operasi (BKO) dalam momen Pemilu, akan sangat banyak dibutuhkan disetiap wilayah se-Indonesia.

Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Wijonarko mengatakan, personil yang dimiliki Polres Metro Bekasi Kota seluruhnya sekitar 1600 personil. Mereka akan ditugaskan untuk melakukan pengamanan di wilayah Kota Bekasi.

“Seluruh wilayah melaksanakan yang sama, otomatis juga sama-sama butuh. Oleh karena itu, kita berupaya memberdayakan personil yang ada. Juga nanti manakala kita minta bantuan BKO nanti tidak bisa dipenuhi, ya kita sudah mampu,” katanya, Selasa (2/10) katanya pada kegiatan gladi resik simulai pengamanan Operasi Mantap Brata 2019 di Lapangan Alun-Alun Kota Bekasi, Selasa (2/10)

Ia menjelaskan, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Bekasi ada sebanyak 6.500. Dengan jumlah personil yang ada , maka tidak dimungkinkan satu TPS satu personil.

Namun, pada saat pemungutan suara  jumlah personil yang akan ditambah dengan personil gabungan dari TNI, Satpol PP, Dishub, dan Linmas.

“Itu nanti kita kan ada beberapa TPS yang berdekatan, jadi memang jumlah TPS ini kan 6.500, itu sementara jumlah anggota hanya 1.600 jadi saya kira tidak bisa mengcover satu TPS satu personil. Paling tidak, nanti ada beberapa TPS yang berdekatan itu diawasi oleh satu anggota personil, tapi juga ada anggota TNI juga ada Linmas juga termasuk juga penyelenggara Pemilu jadi kita bersinergi,”tutupnya.

Wijonarko menambahkan, gladi resik simulai pengamanan merupakan bagian dari Operasi Mantap Brata yang mana kegiatannya sudah berjalan mulai dari tanggal 23 september 2018 hingga 17 April 2019 mendatang. Pihaknya menggelar simulasi dengan skala yang lebih besar dengan melibatkan personil gabungan pada Kamis (4/10) mendatang.

Berdasarkan pantauan Radar Bekasi, pihaknya mensimulasikan adanya unjuk rasa salah satu pendukung pasangan calon (paslon) ketika ada temuan dugaan pelanggaran di Pemilu 2019.

Aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan itu diperagakan dengan adeagan saling dorong antara petugas kepolisian dengan massa pendukung Paslon. Selain itu, diwarnai dengan adegan pelemparan menggunakan plastik berisi air dan lainnya yang bisa membuat kerusuhan. (pay)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close