Realtime

Ketahuan Lakukan Tindak Asusila, Tiga Murid Terpaksa Dipindahkan

Radarbekasi.id – Sebanyak 24 murid di salah Sekolah Menengah Pertama (SMPN) di Kabupaten Bekasi ketahuan melakukan tindak asusila di dalam aplikasi Whatsapp oleh guru mereka saat razia.

Tiga murid diantaranya terpaksa harus dipindahkan ke sekolah lain karena terbukti sebagai biang kerok. Sementara, satu murid memilih berhenti dari sekolahnya.

Komisioner KPAD Kabupaten Bekasi Muhammad Rozak menjelaskan, 20 orang yang tersisa sedang tahap pembinaan guru. Rencananya, 20 tersebut harus beribadah sholat Duha, Zuhur, dan Ashar dengan mengisi absen dalam setiap harinya.

“Dari jumlah keseluruhan, 10 diantaranya murid perempuan, dan sisanya laki-laki 14 orang,” terangnya, Kamis (4/10).

Dikatakannya, saat pihaknya mendatangi sekolah dan bertemu dengan para murid yang terlibat, mereka mengaku bahwa pada awalnya membuat grup Whatsapp hanya untuk berkomunikasi. Namun, setelah berjalan beberapa hari banyak anggota grup yang mengunggah foto maupun video berkonten porno ke dalam grup tersebut.

“Hari ini kita (KPAD) bertemu dengan 20 anak tersebut disekolahnya, untuk memberikan motivasi, penguatan psikologis mereka agar setelah kejadian ini mereka bisa tetap fokus belajar,” ujarnya.

Menurutnya, kejadian yang cukup memprihatinkan bagi dunia pendidikan itu tidak akan terjadi apabila setiap orang tua dirumah mau mengawasi gawai anak-anaknya. Pengawasan juga harus dilakukan pihak sekolah kepada seluruh muridnya.

“Kita berharap, setiap anak-anak pulang sekolah, harus melihat isi di gawai anaknya masing-masing, apa saja yang ada di dalamnya. Agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tutupnya (pra).

Related Articles

Back to top button