Berita Utama

Optimis Capai Target

Radarbekasi – Perolehan pajak daerah di luar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah atau Bangunan (BPHTB) di Kabupaten Bekasi belum memenuhi target. Hal tersebut terkendala karena adanya kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang telah mencapai Rp15 ribu.

Kendati demikian. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi optimis akan mencapai target pajak daerah di luar PBB dan BPHTB.

Kepala Bidang Pajak Daerah pada Bapenda Kabupaten Bekasi, Betty Kusuma Wardhani mengatakan, target pajak di luar PBB dan BPHTB ialah sebesar Rp452,6 miliar.

Sejauh ini, target tersebut telah mencapai 80 persen. Bila dirasionalisasikan, perolehan pajak tersebut telah mencapai Rp385 miliar.  sedangkan target yang dipatok sebesar Rp 452,6 miliar. “Kita yakin target bakal tercapai karena masih ada waktu hingga akhir tahun,” kata Betty.

Betty menjelaskan, perolehan pajak daerah yang disampaikan itu tercatat dari awal Januari hingga 30 September 2018. Menurutnya, perolehan pajak sampai saat ini terus merangkak naik. Karena, ada sembilan jenis pajak potensial yang mengalami peningkatan untuk mendongkrak target tersebut.

Meskipun terpengaruh kenaikan dolar, namun masih bisa diupayakan untuk mencapai target. Pasalnya, pembayaran pajak itu bersifat wajib sebagaimana telah diatur Undang – Undang nomor 28 tentang Pajak Daerah.

“Pajak hiburan ini dari pajak bioskop, permainan biliar, permainan ketangkasan, pusat kebugaran, pertandingan olahraga hingga pagelaran musik dan tari, dan pajak tersebut saat ini perolehannya masih sulit tercapai,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Seksi BPHTB Bidang BHPTB dan PBB pada Bapenda Kabupaten Bekasi, Oyok Setia menyampaikan, perolehan pajak BPHTN tahun 2017 target sebesar Rp673 miliar dengan realisasi penerimaan sebesar (100,08%).

Namun, untuk tahun 2018, dengan target Rp 673 miliar, realisasi akhir bulan September 2018  baru mencapai 57,6 persen. Menurutnya belum tercapai atau masih rendah perolehannya lantaran melemah nilai tukar rupiah terhadap dollar.

“Memang pengaruh kenaikan dollar mempengaruhi pencapaian PAD. Tapi masih adanya waktu kurang dari tiga ke depan. Kami tetap berupaya untuk pencapaian,” tuturnya.

Sekretaris Bapenda Kabupaten Bekasi, Gatot Purnomo menambahkan, lembaganya telah melakukan berbagai upaya dalam mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya membuka potensi penarikkan pajak di sektor katering yang akan mulai diberlakukan pada awal tahun depan.

Jasa di bidang masakan itu bakal dikenai pajak daerah sebesar 10 persen, dihitung dari nilai kontrak antara penyedia jasa dengan pemesan. Selain katering, kata dia, ada potensi pajak baru lainya yang mulai digali di Kabupaten Bekasi. Misalnya, pajak terhadap apartemen yang beroperasi seperti hotel.

“Potensi pajak di Kabupaten Bekasi sangat besar, makanya kita terus gali untuk mendongkrak PAD. Apalagi ada sekitar 4.000 perusahaan berdiri di Kabupaten Bekasi, pasti ada perusahaan katering yang memasoknya, masih kita lakukan pendataan, walaupun dollar tinggi hal ini menjadi tantangan buat kami untuk pembangunan daerah,” ujarnya. (and)

Lebihkan

Artikel terkait

Close