Realtime

300 Hektare Lahan Pertanian Tak Bisa Teraliri Air

Radarbekasi.id – Akibat sungai Ciherang dan Citarum terserang air asin, lahan pertanian seluas 250 hektare sampai 300 hektare di Desa Lenggahsari, Kecamatan Cabang Bungin tidak bisa teraliri air. Kondisi itu membuat lahan pertanian diwilayah setempat menjadi kekeringan.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Lenggah, Roni Tabroni mengatakan, lahan pertanian seluas 150 hektare di Desa Lenggahsari sudah masuk masa tanam sekitar satu sampai dua bulan kedepan.

“Ada empat blok yang sudah masuk masa tanam, yaitu, blok enam, tujuh, delapan, dan sembilan. Karena sumber perairan dilahan pertanian hanya ada dari Sungai Ciherang dan Citarum, sedangkan kedua sungai tersebut airnya asin,” ujarnya, Senin (8/10).

Selain itu, ada beberapa blok yang seharusnya sudah masuk masa tanam, seperti di blok satu, dia, tiga, dan empat. Namun karena ketiadaan air, terpaksa para petani tidak bisa menanam padi.

“Ada 120 hektar lahan pertanian yang belum masuk masa tanam, karena mengalami kekeringan,” ujarnya.

Menurutnya, untuk lahan pertanian di Desa Lenggahsari bukan mengalami kekeringan karena ketiadaan air, melainkan sumber perairan untuk pertanian yang asin karena kondisi laut pasang. Dengan demikian, para petani tidak mungkin menanam padi dengan menggunakan air asin.

“Setiap tahun memang seperti ini, air laut naik. Ini menjadi kendala besar untuk petani disini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rony mengatakan kondisi seperti ini tidak tahu sampai kapan. Biasanya, air bisa kembali seperti semula saat musim penghujan, karena air asin hanyut terbawa air hujan.

“Kita enggak tahu sampai kapan, kami berharap bisa turun hujan, agar air asin bisa kembali seperti semula,” tutupnya (pra).

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close