Realtime

Dinas Pertanian Pelajari Aliran Air di Desa Lenggahsari

Radarbekasi.id – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Abdul Karim, mengatakan, harus mempelajari terlebih dahulu aliran air di lahan pertanian seluas 250 hektare sampai 300 hektare di Desa Lenggahsari, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi, yang tidak bisa teraliri air karena meluapnya air laut ke sungai Ciherang dan Citarum sehingga menyebabkan kekeringan.

Menurut Karim, pihaknya harus melihat apakah aliran air dilahan pertanian itu tersier atau sekunder. Jika aliran air sekunder, maka penanganannya ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sementara, jika aliran tersier ada diranah Dinas Pertanian yang menjadi penanggung jawabnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Kalau airnya asin jangan dialirkan ke sawah, karena di Cabang Bungin itu tidak kuat air asin. Berbebeda dengan di Muara Gembong yang kuat dengan air asin,” ujarnya, Senin (8/10).

Lebih lanjut, dikatakan Karim, bahwa air asin yang terjadi di sungai Ciherang dan Citarum tidak setiap tahun terjadi.

“Ini hanya kebetulan saja, karena kemaraunya cukup panjang, sehingga air laut pasang,” imbuhnya. (pra)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close