Cikarang

Polres Kesulitan Ungkap Aliran Dana PT ABM

Radarbekasi.id – Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi menepis apabila kinerjanya disebut lambat dalam penanganan dugaan penggelapan dan penipuan yang dilaporankan konsumen Perumahaan Green Gading Setu (GGS). Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyidikan pihak kepolisian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito mengatakan, kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan.  Pihaknya, masih kesulitan dalam pengungkapan aliran dana yang mengalir dari setoran para konsumen yang sudah masuk melalui Bank BTN.

“Dalam pengungkapan kasus itu untuk menetapkan terangka perlu alat bukti. Sejak enam bulan lalu kami sudah meminta data terkait aliran dana yang masuk ke pihak Bank BTN. Tapi hingga saat ini belum bisa diberikan oleh pihak bank, namun kita tetap berupaya,” ujar Rizal saat ditemui Radar Bekasi di ruang kerjanya, Senin (8/10).

Menurutnya, jika telah mendapatkan dari dari Bank BTN, maka pihaknya akan mempelajarinya. Jika terdapat penyelewengan dan, maka pihaknya bisa mengambil langkah terkait proses hukum.

“Kan konsumen sudah masuk itu uangnya untuk down payment (DP). Apabila ada aliran untuk kepentingan pribadi, misalnya untuk keperluan direksi jalan-jalan, beli mobil, dan lain lain. Nah itu bisa suatu perbuatan melawan hukum,” ujarnya.

Kata Rizal, untuk saat pihaknya menilai perumahan yang dikelelo oleh PT Agung Buana Mandiri hanya kekurangan modal, sehingga terjadi kendala dalam pembangunan. Sebab kata dia, proses pembesan lahan yang direncanakan sekitar 9 hektar belum rampung.

“Kita memang belum ingin berangan – angan terkait pengungkapan ini. Tapi kita butuh data yang jelas, sebab masalah perizinan jug belum seluruhnya rampung. Oleh sebab itu, kami butuh data dari Bank BTN supaya bisa mengetahui kemana aliran dana yang sudah masuk atas nama PT ABM,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Seksi Tata Ruang dan Banguan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, Anton Bofin mengatakan, ia belum mengetahui hal tersebut. “Wah saya belum mengetahui, saya cek di folder belum terlihat. Dan kebetulan staf yang membidangi sedang pelatihan, nanti kalau jelas saya beri informasinya ya,” ujarnya saat disambangi.

Terpisah, perwakilan konsumen Perumahan Green Gading Setu (GGS), Pratigto berharap pihak kepolisian bisa mengungkap kasus yang dilaporkan. “Kami berharap polisi bisa bergerak cepat, karena seabago konsumen kita merasakan sangat dirugikan,” tuturnya.

Terkait dengan kesulitan untuk mendapatkan data, ia menyarakankan agar pihak kepolisian berkordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). “Sehingga nanti PPATK yang turun ke Bank BTN untuk melihat aliran dana dari Bank BTN,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah konsumen Perumahaan Green Gading Setu (GGS) di Kampung  Rawa Atug RT 03 RW 06, Desa Cibening, Kecamatan Setu mengadukan masalahnya kepada pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Mereka mendatangi pengacara tersebut ke Kedai Kopi Joni, Jakarta.

Mereka mengadukan laporan mereka tentang dugaan penggelapan dan penipuan ke Polres Metro Bekasi yang belum ada titik terang sampai saat ini. Laporan itu sudah disampaikan sejak tahun 2017 lalu. Yang mejadi terlapor ialah pengembang perumahan yakni PT Agung Buana Mandiri (ABM).

Warga melaporkan hal itu karena ratusan orang yang telah membayar down payment (DP) sejak tahun 2015 belum mendapatkan kejelasan terkait dengan pembangunan perumahan tersebut. (and)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close