Berita Utama

Rekayasa Lalin Kalimalang Dikeluhkan Warga

Dishub Anjurkan Gunakan Aplikasi

Radarbekasi.id – Rekayasa lalu lintas yang diberlakukan dari Jembatan Galaxy hingga Jembatan Caman dikeluhkan warga. Pasalnya, pengendara harus menempuh jarak yang cukup jauh dan tetap terjebak kemacetan.

Sebelumnya, pengendara dari arah Jembatan Galaxy hanya perlu menempuh jarak sekitar 700 meter untuk berputar ke arah Kota Bekasi. Namun, setelah diberlakukan rekayasa lalu lintas maka

Salah satu warga, Ayu Rahma (40) menceritakan, untuk mencapai ke sekolah anaknya di Al – Azhar Jakapermai, membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Karena harus berputar di Simpang Caman, Jatibening dan masih terjebak kemacetan ketika kembali ke arah Kota Bekasi.

“Meski banyak petugas Dishub, polisi di lokasi, kemacetan tetap saja terjadi dan mungkin harus ada strategi yang lebih jitu lagi dari pihak terkait,” katanya kepada Radar Bekasi, Selasa (9/10).

“Hari ini saya mengantar anak saya pakai motor agar mudah selap selip biar cepet sampai kesekolah anak saya, karena kemarin saya dan anak saya terlambat 30 menit,” sambungnya.

Ayu juga berharap, agar pekerjaan tol becak kayu segera di selesaikan supaya warga dan pengguna jalan tidak selalu terjebak di Jalan Kalimalang.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Lalulintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan menganjurkan agar warga menggunakan teknologi pemandu jalan untuk menghindari kemacetan.

Menurutnya, kemacetan yang terjadi di lokasi tersebut adalah hal yang wajar. Pasalnya, masih ada pengemudi kendaraan roda dua yang ambil jalur melawan arah dan memotong jalan di kedua simpang tersebut.

“Di simpang Galaxy itu sudah diatur oleh lampu Traffic light, Simpang Caman tidak ada krossing. Untuk petugas bertugas seperti biasa di tiap-tiap titik kalimalang yang sudah ditentukan. Buat Kalimalang 60 sampai dengan 80 personil. Termasuk simpang Galaxy dan caman,” ujarnya.

Johan menambahkan, Dishub Kota Bekasi akan meminta kepada pihak Becakkayu untuk segera merealisasikan pembebasan lahan disamping ramp on galaksi sebagai kompensasi lahan yang digunakan agar tidak ada lagi penyempitan di area tersebut.

“Saya minta kepada para orang tua atau pengantar di sekolah global untuk tidak menggunakan sisi jalan sebagai parkir karena akan mengurangi kapasitas jalan yang tersisa,” tutupnya. (pay)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close