Berita Utama

Bisnis Sewa Unit Apartemen Disebut Tidak Berizin

Radarbekasi.id – Aktivitas penyewaan unit apartemen menjadi tempat menginap oleh pemilik unitnya disebut tidak mengantongi izin. Padahal, dalam penyewaan itu terdapat pengalihfungsian unit dari rumah tinggal menjadi penginapan.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Chairoman J. Putro mengatakan, dari pengungkapan kasus prostistusi daring yang dilakukan Polres Metro Bekasi Kota beberapa waktu lalu, ia yakin bahwa aktivitas penyewaan unit menjadi penginapan sudah berjalan cukup lama.

“Saya yakin bukan sesuatu yang tersembunyi. Karena kalau kita lihat di center point itu, kan banyak hotel – hotel yang nggak berizin itu. Hotel yang tidak berizin, yang beroperasinya sudah lama. Namun tidak ada tindakan apapun terkait izin operasional hotel tersebut. Sementara hotel – hotel tersebut menggunakan unit – unit apartemen,” katanya, Selasa (10/10).

Sejatinya, menurut dia, penginapan yang disewakan di apartemen harus terpisah dengan unit yang diperuntukkan sebagai tempat tinggal. Mereka juga harus mengantongi izin. Karena, rumah tinggal dan penginapan memiliki izin yang berbeda.

Pihaknya mendorong Dinas Parawisata dan Budaya (Disparbud) dan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk bertanggungjawab terkait adanya alih fungsi tempat tinggal menjadi penginapan.

“Ini kan ada alih fungsi, seharusnya dia (unit apartemen) kan bukan penginapan, tapi tempat tinggal di apartemen. Maka itu ketika berubah menjadi bisnis penginapan itu harus ada izinnya. Izin tersebut harus mengikuti beberapa syarat yang dipenuhi,” ujarnya.

“Kenapa kok hotel – hotel yang illegal masih dibiarkan disitu ?. Lalu kemudian dia kan jadi alih fungsi dia, harusnya rumah tinggal, jadi bisnis, penginapan, siapa yang mengizinkan itu ?. Ini kan alih fungsi,” sambung Chairoman

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi, Lintong Dianto Putra menyatakan, ia akan melihat data izin yang dimiliki oleh apartemen terlebih dahulu.

Hal itu untuk memastikan apakah hotel yang ada di apartemen memiliki mengantongi izin atau tidak. “Besok (hari ini) saya cek ya izin – izin yang sudah mereka miliki. Besok saya infokan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Parawisata dan Budaya (Disparbud) Kota Bekasi, Ahmad Zarkasih mengungkapkan, penyewaan unit apartemen untuk penginapan oleh pemilik tidak mengantongi izin. “Ya itu kan pribadi masing – masing,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, bisnis esek – esek yang dijalankan sejumlah anak muda di Apartemen Grand Center Point Kota Bekasi terbongkar. Sebanyak 20 orang perempuan penyedia jasa ‘Open BO’ diamankan pihak kepolisian.

Selain itu, tiga orang pria yang diduga menjadi mucikari ditangkap.  Mereka adalah Mustakim, Saputra dan Jenio. Ketiga orang itu berperan sebagai pengelola akun twitter, facebook dan WhatsApp puluhan perempuan tersebut. (neo)

Lebihkan

Artikel terkait

Close