Berita Utama

Senior Menang, Junior Tumbang

Radarbekasi.id – Timnas Indonesia menjalani dua laga uji coba di Stadion Wibawamukti Cikarang Rabu (10/10). Timnas U-19 lebih dahulu berlaga dan disudahi dengan skor 1-2 kalah atas tamunya Arab Saudi U-19. Sementara skuat senior berhasil menang telak 3-0 atas Myanmar.

Tampil di hadapan pendukungnya, Saddil Ramdani dan kolega memang langsung tampil menyerang. Tetap mengandalkan formasi andalan Indra Sjafri 4-3-3, Indonesia tampak dominan. Namun faktor lucky belum berpihak kepada skuat Indonesia U-19.

Sementara di tim senior, dominasi dan permainan apik mereka berhasil membuat Myanmar kalang kabut.

Pada awal babak, Indonesia memang langsung menampilkan gaya permainan yang diwariskan oleh Luis Milla. Memulai pertandingan dan melakukan serangan dengan baik.

Tapi, lini belakang Myanmar sudah mengantisipasi dan langsung menyapu bola ke luar.

Myanmar yang bermain dengan mengandalkan gaya menunggu di area mereka, membuat pemain Indonesia sedikit leluasa menguasai bola di daerah sendiri.

Karena itu, saat membangun serangan, Indonesia begitu mudah melihat celah Myanmar.

Terus menekan, Indonesia akhirnya unggul 1-0 setelah Alberto Goncalves mencetak gol melalui sundulan.

Berawal dari kerja sama antara Alfath Faathir dan Febri Hariyadi, bola berhasil dicrossing oleh pemain Persib itu. Posisi Beto yang tak terkawal berhasil menanduk bola dengan kencang.

Keunggulan itu membuat Indonesia semakin leluasa menyerang. Berawal dari kontrol Beto yang sempurna, dia melepaskan umpan back heel.

Irfan Jaya menerimanya dengan apik, sekali kontrol dia kemudian menendang bola dengan kencang dan mengubah skor menjadi 2-0 pada menit ke-25.

Lagi-lagi, Irfan mencetak gol pada menit ke-39. Memanfaatkan sepakan Beto yang melakukan serangan balik dan solo run lantas menendang bola, ternyata masih mengenai tiang.

Bola rebound jatuh ke kaki Irfan. Setelah melakukan ancang-ancang bola disepak demgan keras dan mengubah skor menjadi 3-0.

Kedudukan tersebut bertahan sampai babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Indonesia bermain lebih atraktif dan agresif seiring masuknya Esteban Vizcarra.

Namun, berkali-kali peluang didapatkan, Timnas ternyata tak bisa menambah gol. Demikian juga Myanmar, mereka bermain dengan gaya yang lebih keras.

Sampai peluit panjang dibunyikan oleh wasit, skor tak berubah dan Indonesia menang dengan skor 3-0. .

Menariknya tiga gol tersebut sudah terencana sebelum pertandingan. Hal itu diterapkan dalam beberapa latihan Fachrudin Ariyanto cs.

“Gol-gol tadi sudah kami latih sebelumnya. Bersyukur mereka bisa menjalani apa yang sudah kami latih selama ini,” ungkap pelatih interim Timnas Indonesia, Bima Sakti.

Diharapkan kemenangan tersebut tak membuat Timnas Indonesia terbuai. Sebab, statusnya hanya uji coba sebelum laga sesungguhnya yakni Piala AFF 2018.

“Kami juga bisa melihat beberapa pemain di babak pertama dan kedua. Ini juga menjadi rangkaian kami sebelum melawan Hongkong,” tandas Bima Sakti. (dkk/jpnn)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 1 =

Close