Realtime

BNK Minta Pemda Bangun Panti Rehabilitasi Narkoba

Radarbekasi.id – Badan Narkotika (BNK) Kabupaten Bekasi meminta Pemerintah Daerah setempat untuk membangun panti rehabilitasi narkoba. Hingga saat ini, belum ada panti rehabilitasi milik pemerintah.

Staf Bidang Pencegahan BNK Kabupaten Bekasi, Jumarwansyah Zaenal mengatakan jumlah panti rehabilitasi narkoba di Kabupaten Bekasi ada dua. Diantaranya, Yayasan Nurul Jannah di Kecamatan Cikarang Utara, dan Rehab Ilir-ilir di Kecamatan Setu.

Lanjut dia, dua panti rehabilitasi narkoba ini merupakan milik swasta, bukan pemerintah. Oleh karenanya, untuk mendapatkan pelayanan biayanya cukup besar.

“Paling murah Rp 5 juta per bulan, makanya banyak keluarga pecandu keberatan. Sehingga di dua tempat rehabilitas ini, kebanyakan orang dari luar Bekasi. Mungkin itu karena faktor ekonomi,” ucapnya, Jumat (12/10).

Oleh sebab itu, dibutuhkan panti rehabilitasi narkoba yang dibangun oleh Pemerintah Daerah. Dengan demikian, biaya pelayanannya bisa dibebakan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Saya berharap, proses pembangunan panti rehabilitasi milik Pemerintah Daerah bisa dibangun secepatnya, agar anak-anak Bekasi bisa diselamatkan dari bahayanya Narkoba,” katanya.

Menurutnya, waktu rehabilitasi tergantung dengan kadar ketergantungan pasien pecandu narkoba. Biasanya, membutuhkan waktu selama kurang lebih enam bulan.

Lanjut dia, setelah selesai rehabilitasi pasien akan mendapatkan surat bukti dan tidak akan ditangkap polisi.

“Karena apabila ditangkap oleh polisi, maka pecandu akan menjalani hukuman penjara. Kebanyakan kalau orang Bekasi, sudah tertangkap baru ribet rehabilitasi, itu udah enggak bakalan bisa, karena yang menentukan di persidangan, kebanyakan di pidana,” tutupnya (pra).

Tags
Close