Realtime

KPK Bawa Dokumen Perizinan Meikarta

Radarbekasi.id – Setelah selesai melakukan penggeledahan di kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, petugas KPK terlihat  membawa lima kardus dan tiga koper. Delapan orang petugas pun langsung masuk ke dalam mobil tanpa memberikan keterangan, Rabu (17/10) malam.

Menurut Kepala Bidang Penanaman Modal dan Perizinan Modal DPMPTSP, Muhammad Said UR menjelaskan,  petugas KPK melakukan penggeledahan di kantornya mengenai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Meikarta.

“Semua data-data yang terkait perizinan Meikarta sudah kita diserahkan, karena KPK fokus kesitu,” ucapnya setelah dilakukan pemeriksaan.

Menurutnya, ada beberapa ruangan yang dikunjungi KPK. Diantaranya ruang sekretariat, kepala dinas, TRB, dan ruang bidang bidang penanaman modal kaitan dengan izin prinsip.

“Karena itu izin awal, tetapi itu tidak terlalu dipersoalkan, karena yang KPK cari mengenai IMB,” ujarnya.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan empat pejabat Pemkab Bekasi menjadi tersangka penerima suap. Keempatnya yakni Kepala Dinas PUPR Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahar, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.

Neneng dan keempat pejabat itu terduga menerima komitmen fee sebanyak Rp 13 miliar terkait pengurusan perizinan pembangunan fase pertama proyek Meikarta dengan luas 84,6 hektar. Menurut KPK, total pemberian yang sudah terealisasi sebanyak Rp 7 miliar.

Seperti diketahui, KPK menduga uang tersebut diberikan oleh Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, Konsultan Lippo Group Taryudi dan Fitra Djaja Purnama serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen. KPK menetapkan keempat orang itu sebagai tersangka pemberi suap.

Terbongkarnya kasus dugaan suap Meikarta ini berawal dari operasi tangkap tangan yang digelar KPK di Bekasi dan Surabaya pada Minggu (14/10) hingga Senin (15/10) dini hari. Dalam operasi itu, KPK menangkap 10 orang dan menyita uang Sing$ 90 ribu dan Rp 513 juta. (pra)

Related Articles

Back to top button