Realtime

KPK Lanjutkan Penggeledahan ke Dinas Lingkungan Hidup

Radarbekasi.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penggeledahan ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Rabu (17/10) malam. Sebelumnya, petugas dari lembaga anti rasuah ini menggeledah ke Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Kantor Bupati Bekasi di komplek Perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat.

Tiba sekitar pukul 21.17 WIB, petugas KPK yang berjumlah delapan orang langsung masuk ke sejumlah ruang di Dinas LH. Petugas yang terdiri dari 7 orang laki-laki dan satu orang perempuan ini terlihat memeriksa sejumlah dokumen.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada yang bisa dimintai keterangan resmi perihal penggeledahan. Sejumlah petugas pun masih terlihat memeriksa sejumlah dokumen.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan empat pejabat Pemkab Bekasi menjadi tersangka penerima suap. Keempatnya yakni Kepala Dinas PUPR Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahar, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.

Neneng dan keempat pejabat itu terduga menerima komitmen fee sebanyak Rp 13 miliar terkait pengurusan perizinan pembangunan fase pertama proyek Meikarta dengan luas 84,6 hektar. Menurut KPK, total pemberian yang sudah terealisasi sebanyak Rp 7 miliar.

Seperti diketahui, KPK menduga uang tersebut diberikan oleh Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, Konsultan Lippo Group Taryudi dan Fitra Djaja Purnama serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen. KPK menetapkan keempat orang itu sebagai tersangka pemberi suap.

Terbongkarnya kasus dugaan suap Meikarta ini berawal dari operasi tangkap tangan yang digelar KPK di Bekasi dan Surabaya pada Minggu (14/10) hingga Senin (15/10) dini hari. Dalam operasi itu, KPK menangkap 10 orang dan menyita uang Sing$ 90 ribu dan Rp 513 juta. (pra)

Related Articles

Back to top button