Berita Utama

Caleg Berkantong Tipis Terbantu APK dari KPU

Radarbekasi.id – Para Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang punya uang pas-pasan (berkantong tipis) merasa terbantu dengan adanya bantuan Alat Peraga Kampanye (APK) yang disiapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Diketahui, KPU Kota Bekasi akan memfasilitasi sepuluh eksemplar baliho berukuran 4×3 meter dan 1×5 meter bagi setiap Caleg.

Ketua DPC Hanura Kota Bekasi, Syaherallayali, mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh KPU atas pengadaan APK tersebut.

“Itu merupakan wujud kontribusi yang signifikan bagi caleg yang berkantong tipis. Kan tidak semua caleg punya uang banyak,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Ral ini menjelaskan, APK itu akan dimaksimalkannya untuk bersosialisasi di basis massa.

“Intinya memang benar-benar membantu,” ujarnya.

Selain dari KPU, setiap caleg juga punya hak mencetak APK sendiri. Akan tetapi teknisnya tetap diatur oleh KPU.

Untuk APK dari tim, lanjut Ral, akan dibantu para relawannya. Dia sudah mendapat kabar, relawan di daerah pemilihan (dapilnya), sudah mencetak beberapa spanduk.

“Para relawan juga memberikan kontribusi. Itu harta yang sangat berharga,” terangnya.

Caleg asal PAN dapil Bekasi Utara, Mohamad Tsani juga mengaku tidak memiliki modal besar untuk maju di Pileg Kota Bekasi 2019 mendatang.

“Dengan adanya sumbangan APK dari KPU, tentu sangat membantu sekali. Selain bisa meminimalisir anggaran, dana yang ada bisa digunakan untuk yang lain. Kan harus diakui banyak pengeluaran untuk nyaleg,” beber Tsani.

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarhaeni menjelaskan, jumlah, ukuran hingga lokasi pemasangan APK tersebut, kini sudah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 23 Tahun 2018.

“Sejauh ini tidak ada komplain. Jadi yang sudah disepakati itu adalah bantuan ini maksimalnya 10 buah,” terangnya.

Untuk pemasangan APK, menurut Nurul ada aturan yang harus ditaati, yang diatur dalam PKPU, mulai dari ukuran, dan pelarangan pemasangan di kawasan yang mengganggu kawasan perkotaan, kemudian dilarang pemasangan APK di pohon, lembaga pendidikan, dan tempat ibadah.

“Sedangkan untuk jumlah tidak dibatasi, asalkan jangan di tempat yang dilarang tersebut, dan materi kampanye tidak bersifat black campaign. Sedangkan untuk ukuran masing-masing APK, spanduk, baliho dan sebagainya, itu ada diatur dalam PKPU. Pihak KPU Kota Bekasi juga sudah mensosialisasikan hal ini kepada masing-masing partai pada akhir pekan lalu,” tandas Nurul.

Untuk jadwal pemasangan alat peraga kampanye parpol peserta pemilu, lanjut Nurul, sudah dimulai pada 23 September 2018 lalu, dan akan berlangsung selama tiga bulan.

Sedangkan untuk pemasangan alat peraga kampanye Capres dan Cawapres telah dimulai pada 1 Oktober 2018, juga selama tiga bulan, sebagaimana diatur dalam PKPU. (sar)

Related Articles

Back to top button