Realtime

Dua Box Berkas Dibawa Dari Kantor Dinas PUPR

Radarbekasi.id – KPK melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi selama empat jam. Terpantau penggeledahan dimulai pukul 00.00 WIB, sampai pukul 04.00 WIB.

Dari hasil penggeledahan itu, petugas KPK membawa dua tas yang diduga berisi berkas dokumen. Sekretaris Dinas PUPR Iman Nugraha menjelaskan, ada dua koper yang dibawa oleh KPK dengan materi mengenai Meikarta.

“Kurang lebih ada dua box yang dibawa, tidak ada yang diambil selain berkas dokumen. Tadi saya enggak hitung ada berapa dokumen yang dibawa, tapi cukup banyak yang dibawa,” ucapnya, Kamis (18/10) dini hari.

Dia mengaku, ada tiga ruang yang dilakukan penggeledahan yaitu ruang Kepala Dinas, Kepala Bidang Penataan Ruang, dan Kepala Bidang Bangunan Umum.

“Materinya lebih ke arah Meikarta. Kurang lebih tadi ada sepuluh orang, berkas-berkas yang mereka cari dan minta ada semua,” ujarnya.

Penggeledahan oleh KPK dilakukan terkait dengan kasus suap perizinan pembangunan Meikarta.  Dalam perkara ini, KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan empat pejabat Pemkab Bekasi menjadi tersangka penerima suap. Keempatnya yakni Kepala Dinas PUPR Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahar, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.

Neneng dan keempat pejabat itu terduga menerima komitmen fee sebanyak Rp 13 miliar terkait pengurusan perizinan pembangunan fase pertama proyek Meikarta dengan luas 84,6 hektar. Menurut KPK, total pemberian yang sudah terealisasi sebanyak Rp 7 miliar.

Seperti diketahui, KPK menduga uang tersebut diberikan oleh Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, Konsultan Lippo Group Taryudi dan Fitra Djaja Purnama serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen. KPK menetapkan keempat orang itu sebagai tersangka pemberi suap.

Terbongkarnya kasus dugaan suap Meikarta ini berawal dari operasi tangkap tangan yang digelar KPK di Bekasi dan Surabaya pada Minggu (14/10) hingga Senin (15/10) dini hari. Dalam operasi itu, KPK menangkap 10 orang dan menyita uang Sing$ 90 ribu dan Rp 513 juta. (pra)

Related Articles

Back to top button