Berita Utama

Evaluasi Pasca Porda

Radarbekasi.id – Evaluasi dilakukan cabang olahraga pasca tampil di Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII 2018 yang berakhir Senin (15/10) di Kabupaten Bogor.

Hal itu nampaknya juga dilakukan cabang olahraga Terjun Payung Kabupaten Bekasi pasca meraih hasil minor di ajang olahraga multi event empat tahunan tersebut. Meraka gagal menyumbangkan medali emas.

Ketua Umum Terjun Payung Kabupaten Bekasi, Ade Herman mengatakan, timnya hanya mampu meraih dua medali perak. Persiapan tim di sesi latihan menjadi evaluasi kedepan.

Namun diakuinya, latihan atlet untuk cabor terjun payung memang tidak mudah. Perlu alat-alat pendukung seperti pesawat.

“Karena pas dua penerjunan akhir dibatalkan. Dukungan pesawat dialihkan ke bencana Palu pas tanggal 28 Oktober. Kita ada peluang emas disana,” ujar nya pada Radar Bekasi, Kamis (18/10).

Atlet yang di target medali emas Anggi Triana, harus puas finish di posisi kedua dengan meraih medali perak  pada nomor accuracy putri. Perak kedua dari nomor accuracy beregu atas nama Anggi Triana W dan Aditia Isnaini.

“Kita sudah kantongi kelemahan kita. Kedepannya tetap dilakukan pembinaan menyeluruh,” jelasnya.

Ade menjelaskan, persiapan di Porda 2018 masih tertinggal jauh dengan wilayah lainnya. Secara tim, persiapan baru dilakukan beberapa kali, padahal di nomor tim memiliki peluang besar meraih medali emas.

“Kemarin kita memang ketinggalan di persiapan bila dibanding daerah lain. Maksudnya persiapan secara tim,” katanya.

Namu mereka tidak ingin terbebani dengan hasil Porda. Dalam waktu dekat November 2018, tim yang tampil di Porda akan ambil bagian di kejuaraan internasional.

“Saya berusaha bisa mengirimkan tim ke kejuaraan International Open Parachute Championship di Manado,” tandasnya. (dan)

Related Articles

Back to top button