Cikarang

Lebih Dekat dengan Kediaman Neneng Hasanah Yasin

Menengok ‘Gedung Putih’ di Cikarang Timur

Radarbekasi.id – Kediaman Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasanah Yasin (NHY), nampak tertutup pasca ia dijemput Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (15/10) malam. Bagaimana suasana di kediamannya?. Berikut Laporannya.

Suasana sunyi nampak menyelimuti kediaman Neneng Hasanah Yasin yang berdiri kokoh di Jalan Citarik, Kampung Bugel Salam, Kelurahan Serta Jaya, Kecamatan Cikarang Timur. Rumah itu biasa disebut sebagai ‘Gedung Putih’ oleh warga sekitar.

Tidak terlihat ada aktivitas dari luar bangunan yang berdiri di atas tanah dengan luas sekitar 2200 meter itu.

Neneng diciduk KPK beberapa waktu lalu. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan atas dugaan kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.

Warga yang tinggal tepat di depan ‘istana’ perempuan yang menjadi bupati termuda di Kabupaten Bekasi itu, Mini (56) mengaku tidak menyangka apabila tetangganya yang sudah tinggal sejak tahun 2014 itu ditangkap KPK.

Mini Kaget. Ia bahkan berulang kali meneteskan air mata saat melihat tetangganya muncul di televisi.

“Kita kaget dan sedih. Karena ibu (bupati Bekasi non aktif) itu terkenal disini begitu ramah dan baik, selain itu bupati apabila ada kegiatan syukuran selalu bergabung layaknya kaya sodara ya teh,” kata Mini kepada Radar Bekasi.

Neneng telah menikah. Ia menikah dengan Almaida Rosa Putra (saat ini anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak.

Menurut Mini, saat ini ketiga anak Neneng telah dibawa ke rumah orang tua Neneng yang berada di wilayah Kecamatan Pebayuran.

Namun ia merasa kehilangan dengan adanya penangkapan. Kebiasaan Neneng untuk membuka kaca mobil sambil melambaikan tangan saat keluar rumah sudah tidak dilihatnya.

“Lambaian tangan ibu ketika keluar rumah selalu menebar senyum kepada masyarakat membuat kami rindu, sebab pasca ditangkapnya hal itu sudah tidak kami lagi kami rasakan,” ujarnya dengan nada sedih.

Selain dikenal ramah oleh tetangga, Neneng juga memiliki program yang sudah berjalan yakni menaikkan gaji untuk para marbot yang ada disekitar rumah. “Wah ibu itu selain ramah juga dermawan. Bahkan anak anak yatim juga selalu diberi santuan, semoga aja hukuman ibu bisa ringan,” ujarnya.(*)

Related Articles

Back to top button