Berita Utama

2019 Revitalisasi Dimulai

Radarbekasi.id – Rencana revitalisasi Kalimalang dipastikan bisa segera terealisasi tahun 2019.  Rencana tersebut menjadi bahasan utama dalam Diskusi Panel Penataan Kalimalang dan Pembangunan Wisata Situ Rawa Gede, di Hotel Horison Bekasi, Senin (22/10).

Hadir dalam diskusi tersebut berbagai elemen mulai dari pejabat daerah, pengamat tata ruang, pakar lingkungan, , BBWSC, BPJT, Bappeda Provinsi Jawa Barat akademisi, aktivis lingkungan, dan unsur masyarakat.

Beberapa poin pencapaian program tersebut juga dibahas para pakar. Terkait rekomendasi teknis, hingga penyediaan fasilitas pinggir sungai dari musala, aspek budaya, kantong parkir, penataan pedagang, penamaan objek pendukung hingga penyediaan toilet menjadi bahan masukan.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi yang membuka Diskusi Panel lewat pemaparannya menyampaikan gambaran Kalimalang kedepan.

“Intinya dalam pembangunan Kota harus dapat dinikmati oleh masyarakat setempat. Koordinasi antara tim Gubenur Jawa Barat untuk mewujudkan Kalimalang yang indah seperti Sanghai,” ujarnya membuka Diskusi Panel kemarin.

Wali Kota Bekasi yang kerap dipanggil Bang Pepen ini menjamin dalam lima tahun ke depan wajah Kalimalang Kota Bekasi sudah berubah.  Lokasi tersebut dipastikan menjadi ruang publik yang dapat digunakan warga sebagai tempat wisata.

Rahmat menambahkan, tahap pertama pembangunan Kalimalang, Pemprov Jabar menyiapkan dana sebesar Rp60 miliar.

“Dua tahun lalu saya sudah menggagas penataan Kalimalang, sudah membuat eksistingnya dan desainya. Namun karena ada Tol Becakayu, maka kita tunda. Padahal kita juga sudah alokasi dana Rp16 miliar,” ungkap Rahmat.

Saat ini wajah Kalimalang sebagai sumber air bersih DKI Jakarta dihiasi jembatan tak berizin. Rahmat memastikan akan membongkar seluruh jembatan ilegal yang ada dalam tahap pertama penataan.

“Saat ini banyak jembatan kecil dan tak ada izin pastinya. Karena itu nanti jembatan di Jalan Ahmad Yani kita angkat dan dilengkapi flyover, jembatan lainya di bongkar, ” katanya.

Rahmat juga bersyukur pembangunan Becakayu melintas di belakang jalan Kemakmuran/Kemenag sehingga penataan Jalan Ahmad yani sebagai wajah Kota Bekasi tidak terganggu. Harapannya awal tahun 2019 mendatang proyek penataan Kalimalang di wilayah Kota Bekasi mulai dikerjakan.

“Target lima tahun rampung sampai lampu dan air mancurnya. Tahun depan (2019) sudah mulai jalan pengerjaanya,” jelas Rahmat.

Penataan Kalimalang merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan ruang terbuka hijau yang terintegrasi. Kedepan kota ini akan memiliki kawasan pembangunan tidak hanya memiliki kawasan RTH tetapi juga menjadi destinasi wisata baru untuk masyarakat.

“Wacana Pak Gubernur sudah bagus, dan ini nanti dapat disinkronisasikan oleh penataan yang akan kita kembangkan. Nantinya di Kalimalang akan ada air mancur di sepanjang Giant hingga Sumber Arta, ini yang akan menjadi ikon Kota Bekasi,” jelasnya.

Pada Diskusi Panel kemarin, revitalisasi Kalimalang tahap I  juga dibahas. Lokasi tersebut berada di sisi sungai samping pusat perbelanjaan Giant. Sejumlah fasilitas keren hingga ruang publik akan hadir di sana.

Sejumlah desain atau siteplan terkait revitalisasi mulai ditampilkan di depan publik. Dalam presentasi yang ditampilkan oleh Tim Kerja Bersama Walikota dan Gubernur, Sibarani Sofian selaku founder studio desain Urban+ memaparkan ide tersebut.

 Nantinya gagasan tersebut dituangkan dalam pembangunan di sisi Kalimalang samping pusat perbelanjaan Giant Jalan Jendral Ahmad Yani, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

“Arahannya saat itu bagaimana warga bisa mendekati ke sungai, dan bahwa sungai bukan daerah yang belakang tapi sebagai daerah depan,” ujar Sibarani.

Sebagai sisi Kalimalang yang akan dikerjakan lebih dulu pada tahap I, nantinya lokasi di samping Giant akan disulap menjadi ruang publik bernuansa hijau yang ramah pejalan kaki.

 Lewat salah satu desain, ditampilkan kalau nantinya sungai di samping Giant akan dibelah dua. Di area tengahnya akan dibuat jalur pejalan kaki.

Selain jalur pejalan kaki yang membelah sungai, di kedua sisinya juga akan dihiasi oleh air mancur menari dan laser. Nantinya ruang itu akan jadi ruang selebrasi. Tak lupa juga panggung pertunjukan di tengahnya.

Tepat di sisi Giant, akan dihadirkan ruang publik dalam bentuk taman Candrabhaga. Merujuk pada asal-usul nama Bekasi yang berawal dari bahasa Sansekerta Candrabhaga yang berarti bulan, dan bagian taman itu juga akan dibuat berbentuk seperti bulan. Namun penamaan tersebut masih kemungkinan berubah seiring pembahasan lanjutan.

Menariknya lagi, sejumlah informasi terkait sejarah panjang Bekasi juga akan dihadirkan. Faktanya, Bekasi ikut ambil bagian dalam sejarah 5 kerajaan besar dari Segara Pasir (abad 2-4 masehi) hingga Kerajaan Jayakarta yang terakhir.

Untuk rekreasi warga, akan dihadirkan juga tiga ruang edupark. Rencananya akan ada rumah pohon, pohon buah hingga taman belajar.

“Keuntungannya buat kita nilai ekonomi yang baik, karena masyarakat yang happy akan punya nilai produktivitas yang tinggi.”

Tidak hanya dari segi desain, ruang pemeliharaan air juga akan ada di sana. Sejatinya, aliran Kalimalang hadir untuk mengalirkan air bersih ke Jakarta. Fungsi awalnya tentu harus tetap hadir.

Dalam perjalanannya, desain yang sudah ada bisa saja mengalami penyesuaian lebih lanjut. Hanya untuk sementara, inilah wujud dari revitalisasi Kalimalang tahap I.

“Itu menurut pengamatan pak gubernur, lahan yang impactnya lebih optimal adalah yang di Giant tapi subjek kepada ketersediaan dan juga izin. seandainya semua lancar itu yang paling ready,” ujar Sibarani.

Menurut Sibarani, sisi Kalimalang yang berlokasi di samping Giant bisa disebut sebagai pintu masuk Bekasi. Traveler yang ingin menuju Bekasi Timur atau Kota Bekasi dari arah Gerbang Tol Bekasi Barat, sudah pasti akan melewatinya.

“Di sisi yang lain daerahnya lebih sempit tidak terlalu terlihat ya, kurang visible. Kalau ini kan bener-bener di ruang penerima dari Bekasi. Titik masuknya ya ini,” jelas Sibarani.

Oleh Gubernur Ridwan Kamil, Sibarani dan timnya ditugaskan untuk merapikan sisi Kalimalang dari Bekasi Timur menuju samping Giant. Sedangkan dari sisi depan Hotel Horison hingga perbatasan Jakarta akan dilakukan oleh tim Pemkot Bekasi.

“Jadi ada tim bersama. Pak wali sudah punya tim dan DED-nya untuk sisi Kalimalang Giant sebelah Barat. Nah kami dari Giant ke sebelah Timur tapi titik bertemunya di Giant nih. kami bikin tim pokja untuk keterpaduannya. Karena ada elemen dari wali kota yang akan kita include di tim pemprov, jadi sama-sama saja,” tambahnya

Dalam prosesnya, Sibarani dan tim akan menyelesaikan desain dengan tenggat akhir tahun ini. Sedangkan untuk proses groundbreaking atau pengerjaan rencananya akan dilakukan awal tahun 2019.

“2019 itu target kami untuk perizinan dan sebagainya untuk memulai proses pengajuan ya. Desain akan diselesaikan akhir tahun ini dan untuk disosialisasikan juga mungkin perizinan sambil berjalan, tapi arahannya kalau bisa di Januari itu sudah ada groundbreaking,” tutup Sibarani.  (pay)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close