Berita Utama

KONI Kabupaten Merasa Dicurangi

Radarbekasi.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi belum legawa atas hasil yang dicapai pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII 2018 Jawa Barat.

Ketua Umum KONI Kabupaten Bekasi, Romli, merasa banyak hal janggal yang dirasakan pengurus cabang (Pengcab) dibawah naungannya selama Porda.

“Ada banyak kecurangan,” ujar Romli ketika di konfirmasi Radar Bekasi.

Romli menilai, banyak regulasi yang dikeluarkan, menguntungkan tuan rumah Kabupaten Bogor dan justru sebaliknya memberatkan cabor dari beberapa daerah.

Pihaknya melihat, kecurangan terjadi di cabang olahraga Muay Thai, Tenis Meja dan Bulutangkis.

“Para atlet sudah berjuang dengan baik dan kendala yang dihadapi salah satunya adalah karena tuan rumah yang mengupayakan berbagai cara untuk mendapatkan medali,” bebernya.

Pasca perhelatan Porda XIII 2018, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan menghadapi persiapan Porda 2022 empat tahun mendatang sehingga lebih baik lagi.

“Banyak yang mesti dievaluasi agar kedepannya pesta olahraga daerah tingkat provinsi Jawa Barat ini lebih baik lagi,” katanya.

Sayogyanya, kata Romli, tuan rumah kedepan tidak boleh membuat aturan baru. Kalaupun dilakukan, mesti ada acuan dan dasar hukum. Tentunya, barometer porda adalah Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Di bulutangkis, tuan rumah menetapkan aturan atlet tidak boleh pemain pelatnas. Saya tau banget, pas atlet mereka (Kabupaten Bogor.red) masuk, pemain pelatnas semua. Padahal kan itu aturan baku,” ungkapnya.

Lebih jauh Romli secara tegas menyampaikan jika hasil porda diraih secara fair, tidak ada yang mesti di perpanjang. Seperti kekalahan di tim bola voli dan sepak bola.

“Kalau kita kalahnya fair, kan enak evaluasinya juga. Tetapi kalo kalahnya kagak fair, ini kan sakit,” sesalnya.

Kendati demikian, Romli mengaku lega atas perolehan kontingen Kabupaten Bekasi dari sejumlah cabang olahraga lainya karena berhasil merain juara umum. Seperti cabang olahraga menembak, golf, wushu, ski air, paralayang, panahan dan selam.

“Kalau selam bahkan hampir over target medalinya dan disisi lain memang harus kita akui ada juga beberapa cabang olahraga yang mesti di evaluasi seperti tinju, gulat, dan silat karena minim perolehan medali,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, pada Porda XIII 2018, Kabupaten Bekasi finish di peringkat ketiga klasemen akhir perolehan medali. Kabupaten Bekasi gagal mempertahankan gelar juara umum yang kali ini disandang tuan rumah Kabupaten Bogor dan posisi kedua oleh Kota Bandung. (dan)

Related Articles

Back to top button