Berita Utama

Matangkan Rencana Revitalisasi

Radarbekasi.id – Beberapa poin tambahan masuk dalam pembahasan revitalisasi Kalimalang lewat Diskusi Panel Senin (21/10). Mulai dari akses lalulintas, keberadaan kantong parkir hingga aspek lingkungan dan budaya.

Kasubid Pengawasan Kontsruksi BPJT, Hadi Suprayitno menuturkan, persoalan system jaringan jalan menjadi poin yang ditekankan pihaknya terkait rencana revitaliasi tersebut.

”Yang pasti kita dukung penataan kalimalang cuma tadi konsennya BPJT dalam hal ini terkait sistem jarringan jalannya,”terang Hadi.

Pihaknya berharap lokasi Kalimalang yang kemungkinan besar menjadi lokasi wisata baru dan menarik pengunjung tidak hanya dari Bekasi. Sehingga pengaturan mobilitas orang dan kendaraan dari dan menunju daerah yang ditata tidak menimbulkan penumpukan kendaraan.

“”Kami berharap pengaturan diatur sedemikan rupa supaya tida ada kendaraan parkir di inggir jalan sehingga itu akan menjadi hambatan samping. Jika hambatan sampingnya besar tingkat kelancaran lalin akan berkurang sehingga berimbas pada akses jalan tolnya,”tambahnya

Akses jalan tol elevated  dengan posisi diatas jika ada antrian kendaraan, cukup beresiko terkait  keselamatan. ”Kita konsesnya ke jarigan jalan saja,”tambahnya

Pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan penyusun agar detail rencana pembangunan bisa dikoordinasikan.

”Terkait jaringan jalan kita harus sinergikan. Saya tadi kordinasi dengan penyusunnya supaya pendetailannya kordinasi dengan badan usaha juga biar sinkron,”paparnya.

Dilokasi yang sama, Pengamat Tata Ruang, Yayat Supriatna menilai, dalam penataan Kalimalang dan Situ Rawa Gede merupakan anugerah, jika Kota Bekasi bisa menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat wisata, dan menjadi branding baru Kota Bekasi.

“Saya melihat Kota Bekasi punya potensi besar terkait pengembangan wisata baru, jadi ada atraksi yang mudah, murah, meriah dan bisa di nikmati oleh masyarakat. Ini harusnya di manfaatkan. Penataan sungai, bagaimana penataan aspek ekonomi kiri kanannya. Contohnya ketika nilai tanahnya naik otomatis yang menikmati adalah pemilik properti kiri kanan,” ujarnya.

Sehingga kata dia, kontribusi pihak swasta juga perlu menjadi catatan penting pasca penataan tersebut.

“Jadi apa kontribusi mereka apakah mereka akan di kenakan pajak tinggi atau mereka berkontribusi terkait pemeliharaan pengembangan aset yang ada di sana,” tambahnya.

Kendati demikian, penataan harus menjadi ikonik kota dan membuat Kota Bekasi semakin eksis dan menarik insvestasi baru.

Yayat menilai, banyak hal yang bisa dikembangkan terkait dengan pengembangan Kali Malang dan Situ Rawa Gede.

“Saya kira Bekasi bisa menjadi ibukota bayangan Jawa Barat,” paparnya

Selai itu lanjut Yayat, Kota Bekasi harus mempunyai poin khusus untuk penataan terutama aspek pemeliharaan aset wisata. Untuk kebersihan, perawatan, fasilitas air mancur dan semua harus dipertimbangkan.

”Kalau tidak di pertimbangkan bisa menjadi beban berat, lokasi wisata tersebut akan menjadi beban terhadap APBD. Adanya lokasi wisata harus di pertimbangkan kontribusi apa yang harus bisa diberikan kepada semua. Pelaku usaha bisa sama-sama memberikan sesuatu bagi Kota Bekasi,”tambahnya. (one/pay)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker