Berita Utama

Suzuki Mulai Ekspor All New Ertiga dan Nex II

Radarbekasi.id – PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Suzuki di Indonesia, mulai melakukan ekspor perdana All New Ertiga dan Nex II.

“Hari ini sangat bersejarah bagi kami, karena ekspor produk terbaru kami, yaitu All New Ertiga dan Nex II mulai dilakukan,” ungkap Presiden Direktur PT SIM, Seiji Itayama.

Hal itu diungkapkan Seiji disela melakukan seremoni peresmian ekspor perdana All New Ertiga dan Nex II di pabrik Suzuki Plant GIIC Delta Mas, Cikarang Pusat, Senin (22/10). Seremoni ekspor juga dilakukan oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, Presiden Direktur Suzuki Motor Corporation Toshihiro Suzuki,

Ekspor perdana ini merupakan bentuk komitmen Suzuki untuk terus mengoptimalkan kapasitas produksi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional.

“Dua produk ini merupakan karya anak bangsa yang dibuat di Cikarang dan Tambun, dan telah menjadi produk global. Selain itu, peresmian ekspor ini merupakan dukungan terhadap kebijakan Pemerintah untuk meningkatkan ekspor, dan memajukan perekonomian dalam negri,” imbuhhnya.

Sebanyak 12 ribu unit All New Ertiga diekspor ke 22 negara tujuan yang tersebar di Asia, Amerika Latin, Afrika hingga Oseania. Sedangkan, Nex II dikirim ke Filipina dalam bentuk CBU. Sejak Agustus 2018, telah diekspor sebanyak 4.456 unit. Ke depannya, ekspor Nex II ditargetkan menembus 18.660 unit, termasuk ke Kamboja dalam bentuk CKD.

Kegiatan peresmian ekspor ini juga merupakan dukungan PT SIM atas rencana roadmap 4IR, atau Revolusi Industri 4.0 yang dicanangkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian. Dalam roadmap tersebut, industri otomotif menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi dalam negri, dengan perannya sebagai pemain terkemuka dalam kegiataan ekspor.

Berdasarkan roadmap tersebut, Suzuki telah mengambil langkah besar dengan menunjuk Indonesia sebagai pilar ketiga basis produksi mobil, dan motor di dunia setelah Jepang dan India. Selain itu, diberlakukan juga Suzuki Quality Policy yang memprioritaskan kepercayaan dan keamanan konsumen, serta lebih responsif pada pengembangan kualitas sumber daya manusia, manufaktur, dan pasar, sehingga menjadikan Suzuki sebagai brand yang dipercaya baik nasional maupun global.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, menyampaikan Industri otomotif di Indonesia semakin menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi dan mampu mengikuti selera konsumen global. Hal ini mendorong produsen di dalam negeri untuk terus melakukan ekspor, salah satunya PT Suzuki Indomobil Motor (SIM).

“Ini sejalan dengan upaya pemerintah saat ini, yaitu mendorong peningkatan investasi dan ekspor. Hal ini sebagai kunci pertumbuhan bagi perekonomian nasional,” kata Airlangga. (pra)

Related Articles

Back to top button