Realtime

Anggota Babinsa Alami Luka Bacok Akibat Dikeroyok OTD

Radarbekasi – Anggota Babinsa Desa Lambang Sari, Serka Agus Riyanto, mengalami luka bacok dibagian punggung dan satu luka tusukan akibat sabetan senjata tajam usai dikeroyok oleh sejumlah orang tidak dikenal (OTD). Peristiwa itu terjadi di daerah Grand Wisata, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/10) dini hari.

Berdasarkan informasi, anggota babinsa dari Koramil 01 Tambun itu tengah pulang ke rumahnya di wilayah Tambun Selatan. Saat melintas di Jalan Raya Baru Grand Wisata, tiba-tiba korban dihadang oleh delapan orang yang menggunakan sepeda motor.

Sebagian dari para pelaku mempersiapkan diri dengan membawa senjata tajam jenis parang. Korban dan para pelaku sempat adu mulut dilokasi, sebelum terjadi perkelahian.

Perkelahian yang tidak seimbang karena jumlah pelaku lebih banyak dan membawa senjata tajam, membuat korban akirnya tumbang dengan satu luka bacokan dibagian punggung belakang dan satu luka tusukan. Mengetahui hal ini, sejumlah warga langsung membawanya ke Rumah Sakit Hermina Grand Wisata.

Dengan bantuan petugas keamanan rumah sakit, korban langsung ditangani dokter diruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Selanjutnya korban dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim  Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito. Namun, pihaknya belum bisa memberikan keterangan banyak untuk sementara ini.

“Sedang kita selidiki. Mohon doanya supaya segera kita ungkap,” singkatnya kepada Radar Bekasi, Rabu (24/10).

Komandan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Letkol Arh Henri Yudi Setiawan meminta, pihak kepolisian bisa mengungkap dan menangkap para pelaku secepatnya. Pihaknya juga meminta anggotanya untuk turun tangan mencari keterangan mengenai pelaku, ataupun indikasi yang memungkinkan bisa mengungkap kejadian tersebut.

“Pelaku harus dapat ditangkap. Kita akan bantu cari, intinya harus dapat,” ucapnya dalam kesempatan terpisah.

Menurut dia, anggota babinsa tidak diperbolehkan untuk membawa senjata api. Sehingga saat kejadian, tidak bisa melakukan penindakan tegas kepada para pelaku yang diketahui membawa senjata tajam.

Atas kejadian ini, dirinya menghimbau kepada seluruh anggota untuk terus meningkatkan kewaspadaan saat bertugas, serta rutin melakukan patroli. Hal itu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Intinya dari satuan mendalami kejadian ini, supaya tidak terulang kepada anggota yang lain, ataupun masyarakat sekitar,” tutupnya (pra).

Related Articles

Back to top button