Politik

Kursi Pimpinan DPRD Diprediksi Antara Golkar dan PDIP

Radarbekasi.id – Partai Golkar dan PDIP diprediksi masih akan menduduki kursi pimpinan DPRD Kota Bekasi. Dimana pada Pemilihan Legislatif Pileg) 2014 lalu, Golkar meraih delapan kursi di legislatif, sedangkan PDIP 12 kursi.

Bahkan sejumlah partai politik (parpol), termasuk Golkar dan PDIP sudah mulai memanaskan mesin partai untuk menghadapi Pileg dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Baliho dan spanduk parpol mulai bertebaran di jalan-jalan Kota Bekasi.

Pengamat Politik Kota Bekasi, Adi Susila memprediksi, bahwa pertarungan Pileg 2019 untuk DPRD Kota Bekasi, yang terkuat masih Golkar dan PDIP. Kedua partai ini akan bertarung sengit memperebutkan kursi pimpinan DPRD Kota Bekasi.

Menurut Adi, figur Joko Widodo (Jokowi), tidak akan banyak berpengaruh terhadap masyarakat Kota Bekasi yang masih didominasi oleh pemilih tradisional dengan patronase yang kuat.

“Mengingat misalnya juga adanya resistensi terhadap figur Jokowi. Tapi pemilih-pemilih tradisional relatif tidak banyak berubah preferensinya terhadap Jokowi. Sehingga basis tradisional masih sama,” bebernya.

Lanjut Adi, apalagi Pileg 2019 bersamaan dengan Pilpres dan proses peran politik Jokowi sebagai footgater sebagaimana Pemilu 2014 lalu, berlangsung relatif singkat. “Golkar, meski mendukung Jokowi, tidak akan mendapatkan elektoral apapun dari figure seorang Jokowi,” ujar Adi.

Keberadaan partai-partai baru juga, menurut Adi tidak akan banyak memengaruhi pemilih di Kota Bekasi. “Karena itu, patronasenya masih sangat kuat dan tidak berpengaruh terhadap pemilih,” tuturnya.

Dengan mempertimbangkan infrastruktur partai yang ada, Adi berani memprediksi bahwa Golkar bisa meraih suara terbanyak di Kota Bekasi.

“Menurut saya iya (Golkar-red). Apalagi konsolidasinya lebih baik sekarang. Wali Kota nya Golkar, dan kebijakan Rahmat Effendi pada saat Pilkada sangat diminati warga Kota Bekasi. Dan ini akan berdampak pada peraihan kursi Golkar di DPRD,” terangnya.

Selama Pilkada serentak yang berlangsung dalam lima tahun ini, Adi melihat bahwa positioning Golkar di Kota Bekasi semakin baik. Mereka lebih modern, lebih profesional ketimbang PDIP. PDIP cenderung hanya mengandalkan figur. Sehingga etos kerjanya di bawah Golkar.

“Makanya saat ini, saya melihat Golkar lebih solid dibandingkan PDIP,” ucap Adi.

Hal senada disampaikn Pengamat Politik, Muhamad Tahir. Ia memprediksi, bahwa pucuk pimpinan DPRD Kota Bekasi akan berebut antara Golkar atau PDIP.

Lanjut Tahir, PDIP kemungkinan besar akan mengandalkan figur Jokowi untuk meraup suara. Sementara Golkar, lebih mengandalkan basis massa tradisional yang sampai saat ini cukup solid.

Sekretaris PDIP Kota Bekasi, Tumai berpendapat, bahwa perebutan kursi ketua DPRD Kota Bekasi bakal sengit untuk tiga parpol, yakni Golkar, PDIP dan Gerindra.

“Pileg ini kan tolak ukurnya Pilpres. Jadi rivalitas tiga parpol ini yang menghangat. Saya perkirakan, parpol yang perolehan suaranya tiga besar itu tetap PDIP, dan akan menjadi juara di pileg,” katanya.

Menurut Tumai, seluruh kader PDIP di Kota Bekasi sudah dipersiapkan untuk memenangkan Pileg 2019. Jajaran pengurus PDIP memiliki strategi yang tak bisa disampaikan, sehingga kader di tingkat bawah agar dapat bekerja maksimal.

“Seanjlok-anjloknya PDIP, itu kami dapat 10 persen. Ini fakta empiris. Kami saat anjlok dapat 10 persen secara nasional, dan biasanya tidak jauh angka di daerah. Adanya Jokowi, efek itu pasti. Tapi kami kader PDIP tidak boleh menghindari itu,” tandas Tumai.

Politisi Golkar, Siti Aisyah, melihat Golkat sangat berpeluang meraih kursi pimpinan DPRD Kota Bekasi. Bahkan untuk Provinsi Jawa Barat dan DPR RI, ia juga optimis jumlahnya akan bertambah.

“Caleg kami (Golkar) merata, dan merupakan tokoh yang dikenal. Oleh karena itu, saya optimisi Golkar menang di Pileg 2019,” tutur Aisyah. (sar)

Related Articles

Back to top button