Cikarang

Pendirian CBD Disinyalir Tak Sesuai RTRW

Radarbekasi.id – Pembangunan apartemen dan pusat perbelanjaan di kawasan Orange Country Lippo Cikarang yang  kini berubah nama menjadi Central Bussines District (CBD) Meikarta disinyalir tidak sesuai peruntukan.

Sebab, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 12 tahun 2011, kawasan tersebut berdiri di atas zona berwarna cokelat muda atau wilayah yang masuk kategori Lokasi Peruntukan Industri (LPI).

Meski demikian, pembangunan sejumlah apartemen di kawasan tersebut tetap dilakukan hingga saat ini. Bahkan, pusat perbelanjaan yang belum lama ini digunakan sebagai Marketing Gallery Meikarta itu telah beroperasi sejak beberapa tahun silam.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perizinan dan Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Muhammad Said Ur mengatakan, pihaknya tidak akan mengeluarkan perizinan apabila tidak sesuai peruntukannya.

Selain itu, ia juga menampik jika Pemerintah Kabupaten Bekasi telah mengeluarkan izin pembangunan untuk apartemen ataupun pusat perbelanjaan di kawasan tersebut. “Ah salah lihat kali. Kami tidak akan mengeluarkan izin kalau itu tidak sesuai peruntukannya,” katanya, Selasa (23/10).

Kalaupun Pemkab Bekasi mengeluarkan izin, dirinya meyakini tidak akan menyalahi tata ruang. “Pasti sesuai RTRW dan warnanya kuning, bukan yang lain. Itu bisa dipastikan karena kita sudah turun ke lokasi dan menentukan titik koordinatnya,” ungkap Said.

Kalaupun pembangunan kawasan itu benar berada di zona LPI, Said berdalih itu adalah bentuk kenakalan pengembang. “Itu kenakalan mereka. Yang pasti kita tidak mengeluarkan izin apapun terhadap yang tidak sesuai peruntukan lahannya,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Informasi Publik Lippo Group, Danang Kemayan Jati mengatakan tidak ada yang salah dengan CBD Meikarta. Karena lokasinya strategis makanya disebut CBD Meikarta. “Tidak ada yang salah (dengan CBD Meikarta). Karena lokasinya strategis, makanya disebut CBD Meikarta,” katanya.

Danang mengatakan, Meikarta terbagi dalam dua fase yakni fase komersial dan hunian serta fase teknologi tingi industri.  “Meikarta fase pertama 84,6 hektare itu masuk dalam area komersial dan hunian. Fase kedua, sekitar 278 ha itu, masuk dalam hi – tech industri dimana 55 persennya diperuntukkan untuk area supporting komersial, hunian, dan lain-lain yang mendukung industri. Meikarta itu bagian yang tidak terpisahkan dari Lippo,” jelasnya. (and)

Related Articles

Back to top button