Politik

Dinasti NHY Terancam Runtuh di Pileg 2019

Radarbekasi.id – Dinasti Ketua DPD II Golkar Kabupaten Bekasi (non aktif), Neneng Hasanah Yasin (NHY) diprediksi akan runtuh pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Hal ini menyusul tertangkapnya Bupati Bekasi (non aktif) itu oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena Kasus suap perizinan pembangunan Meikarta.

Diketahui, tiga anggota keluarga NHY ikut turut meramaikan Pileg 2019. dan semuanya menggunakan kendaraan Partai Golkar. Diantaranya, suami NHY, yakni Almaida Rosa Putra yang kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif DPRD Jawa Barat.

Kemudian, dua adik kandung NHY, Novy Yasin untuk DPRD Kabuoaten Bekasi, sedangkan Tuty Yasin mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI.

“Kasus NHY bisa jadi akan mempengaruhi suara Partai Golkar pada Pileg 2014 lalu memperoleh suara terbanyak dengan peraihan 10 kursi di DPRD Kabupaten Bekasi,” ujar Pengamat Politik Bekasi, Adi Susila.

Lanjutnya, dinasti politik yang dibangun oleh NHY dengan menempati suami dan adik-adiknya menjadi caleg, akan tidak mendapat respons yang positif dari masyarakat, karena kasus yang dialami oleh mantan orang nomor 1 di Kabupaten Bekasi tersebut.

“Bisa jadi, keluarganya yang menjadi caleg tidak dipilih oleh masyarakat, sebab NHY telah melakukan korupsi,” bebernya.

Atas kasus itu, lanjut Adi, menyebabkan pihak-pihak yang berada di bawah terkena imbasnya. “Jadi, yang kena ratu dinasti Kabupaten Bekasi. Ibarat catur, ini bukan pion yang kena, melainkan langsung ratunya, sehingga langsung sekak mat,” tutur Adi.

Hal serupa disampaikan Aktivis Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Bekasi, Hasan Basri. Dia meyakini, bahwa KPK bisa mengusut dan menindak semua kroni NHY, sehingga Kabupaten Bekasi bisa terbebas dari politik dinasti yang selama ini dikuasai oleh keluarganya.

“Kami punya keyakinan, KPK bisa menuntaskan dinasti politik NHY ini,” beber Hasan.

Menurutnya, banyak yang mengaitkan kasus ini dengan tanda-tanda keruntuhan dinasti politik NHY di Bekasi. “Sangat bisa, dinasti politik NHY akan runtuh, semua bergantung kepada keseriusan KPK,” tegasnya.

Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin  yang telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam kasus dugaan suap terkait sejumlah perizinan proyek Meikarta oleh KPK, memiliki harta kekayaan sekitar Rp73,4 miliar.

Jumlah harta kekayaan bupati Bekasi asal Partai Golkar tersebut, sesuai yang tertera dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di https://elhkpn.kpk.go.id.

Harta kekayaan NHYyang baru menjabat sebagai Bupati sekitar satu tahun itu di antaranya berupa 143 bidang tanah yang tersebar di Bekasi, Karawang, serta Purwakarta, Jawa Barat (Jabar). Nilai harta tak bergerak itu mencapai Rp61,7 miliar.

Selain itu, Neneng yang memimpin Bekasi untuk kedua kalinya atau dua periode tersebut, memiliki dua unit mobil senilai Rp679 juta, harta bergerak lainnya senilai Rp452,7 juta, kas dan setara kas senilai Rp9,9 miliar, serta harta lainnya sejumlah Rp2,2 miliar.

Total harta kekayaan NHY sejumlah Rp75 miliar. Namun NHY juga tercatat memiliki utang sebesar Rp1,6 miliar. Dengan demikian total kekayaan bersih NHY sebesar Rp73,4 miliar. (sar)

Related Articles

Back to top button