Realtime

Penggunaan Stadion untuk Kegiatan Pekan Raya Bekasi Diprotes

Radarbekasi.id – Penggunaan Stadion Mini Sukatani untuk kegiatan Pekan Raya Bekasi (PRB) 2018 menuai protes dari pengurus Sekolah Sepak Bola (SSB) Bina Muda Sukatani. Kegiatan yang rencananya akan dihelat mulai 2 sampai 11 November ini, dinilai kurang tepat apabila menggunakan sarana olahraga.

Pelatih SSB Bina Muda Sukatani, Aang Sutrisna mengatakan, pihaknya pada awalnya tidak setuju dalam penggunaan sarana olahraga untuk kegiatan PRB. Sebab, kata dia, banyak hal yang harus diperhatikan terkait perawatan sarana dan prasarana stadion.

“Pada prinsipnya kami mendukung kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Bekasi. Kegiaan ini bisa meningkatkan ekonomi dan hiburan bagi masyarakat, namun di sisi lain masalah hak para olahragawan harun diperhatikan juga,” tuturnya, Kamis (25/10).

Menurut dia, pameran yang rencananya akan dihelat selama 10 hari itu sangat merugikan anak didiknya. Hampir setengah bulan ini, imbuh dia, anak didiknya tidak bisa melakukan latihan sepak bola karena panitia penyelenggara sudah memasukan barang-barang ke area stadion.

Aang khawatir, kondisi lapangan akan rusak setelah digunakan untuk perhelatan pameran tersebut. Apalagi, jelang akhir tahun ini memasuki musim hujan. Kemungkinan besar, lanjut dia, lapangan akan dipenuhi dengan lumpur, rumput ilalang dan sampah berserakan setelah kegiatan.

“Meskipun status lahan ini merupakan milik pemerintah, tapi kami lah yang merawat sarana dan prasana yang ada. Sebab kecintaan warga serta anak- anak akan olahraga begitu tinggi. Oleh sebab itu, adanya penggunaan stadion untuk lahan pameran sangat tidak sesuai dengan fungsinya,”terangnya.

Saat momen persiapan perhelatan pameran oleh panitia penyelenggara saja, ujar dia, pagar stadion sudah terlihat rusak. Padahal keberadaan stadion sangat dibutuhkan untuk latihan anak didiknya maupun sejumlah klub bola, atau sekadar berolahraga warga sekitar.

Oleh karena itu, apabila kondisi stadion rusak, maka dipastikan tidak bisa digunakan lagi. “Saya sangat berharap seharusnya pemerintah bisa menjaga aset untuk kepentingan masyarakat. Sebab kalau bukan kita yang menjaga siapa lagi,” tukasnya. (and)

Related Articles

Back to top button