Metropolis

Warga Minta Ganti Rugi

Ratusan Bangli Bakal Dibongkar

Radarbekasi.id – Ratusan bangunan liar (bangli) permanen yang berdiri di sisi Kali Irigasi Jalan KH Yakub Gani Kecamatan Babelan,  dalam waktu dekat akan ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi.

Kasi Pam dan Penjagaan Satpol PP Kabupaten Bekasi Ricardo mengatakan, dalam proses penertiban bangunan liar tersebut pihaknya sudah mengacu kepada Standar Operasional Prosedur (SOP) yakni melakukan Sosialisasi kepada pemilik ataupun warga yang mengontrak bangunan itu.

“Kita lakukan sosialisasi salah satunya yang tertuang dalam surat pernyataan, pertama para pemilik dan pengontrak bangunan liar sadar bahwa lahan itu milik negara dan apabila pemilik memilih membongkar bangunannya sendiri, silakan, jika masih belum ada upaya untuk membongkarnya, surat teguran pertama, kedua dan ketiga kita layangkan, apabila tidak diindahkan, ya bongkar,”katanya kepada Radar Bekasi, Rabu (24/10).

Ricardo menyebutkan, bangunan liar yang akan ditertibkan sepanjang jalan KH Yakub Gani ada sebanyak 250 bangli, 100 bangli masuk Kelurahan Babelan Kota dan 150 bangli masuk Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan.”Kita targetkan semua bangli yang melanggar itu harus selesai ditertibkan pada bulan November,”ucapnya.

Sementara itu Sekretaris Lurah Bahagia, Mawardi mengatakan, setelah penertiban bangunan liar tersebut selesai Dinas PUPR Kabupaten Bekasi akan melakukan pelebaran jalan di lahan sepanjang 2 KM itu guna mengurai kepadatan arus lalu lintas.

“Di jalan itu kan memang sempit ya, jadi setelah dibongkar lahan itu akan dibuat jalan dan ditata untuk menghilangkan kesan kumuh,”terangnya.

Terpisah pedagang bensin eceran di lokasi tersebut,  Manto (42) mengaku kaget bahwa warungnya yang telah disewa selama 4 tahun akan dibongkar oleh Satpol PP Kabupaten Bekasi dalam waktu dekat ini.

“Saya kaget pas kemaren sudah dapat surat peringatan pertama dan pada hari ini sudah peringatan kedua bahwa bangunan ini liar, awal saya nempatin dikira ini lahan resmi,”katanya.

Dia mengaku selama 4 tahun mengontrak tidak tahu menahu perihal lahan tersebut adalah milik negara dan pasrah jika ditertibkan oleh petugas.

“Abis gimana ini tanah negara ya harus dibalikin ke negara, saya cuma minta ganti rugi aja nanti kepada pemilik toko ini karna sisa ngontrak 7 bulan lagi, selama ini saya bayar 8 juta pertahun,”tutupnya. (Cr43)

Related Articles

Back to top button