Realtime

FSPMI Minta Upah di Kabupaten Bekasi Naik 20 Persen di 2019

Radarbekasi.id – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) meminta Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Bekasi pada 2019 naik diangka 15 persen sampai 20 persen dari 2018. Hal itu dikatakan Wakil FSPMI, Obon Tabroni. Ia menjelaskan, kenaikan upah 15 persen sampai 20 persen sesuai dengan survey kebutuhan hidup laik (KHL).

“Ada empat komponen KHL yang naiknya cukup signifikan, yaitu transportasi, listrik, makanan, dan sewa rumah. Sementara, pemerintah memutuskan (besaran kenaikan) 8,03 persen sesuai edaran Menteri Ketenagakerjaan dan itu tanpa dasar, hanya melihat inflasi dan pertumbuhan ekonomi,” kata Obon lewat sambungan selulernya, Jumat (27/10).

Diketahui, UMK Kabupaten Bekasi 2018 Rp3.837.939. Nominal itu naik 8,71 persen dari UMK 2017 Rp3.530.438, dan apabila 2019 naik 15 sampai 20 persen, maka bisa mencapai Rp4,5 juta sampai Rp4,7 juta. Menurutnya, Kabupaten Bekasi terdapat kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara. Oleh karena itu, kenaikan upah ditempatnya tidak disamakan dengan daerah lain.

“Kita (Kabupaten Bekasi) ada kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, kita berharap bisa menyetujui angka itu,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bekasi, Sutomo menyatakan bahwa pihaknya sudah menyerahkan usulan kenaikan UMK ke Dewan Pengupahan. Intinya, jelas dia, kenaikan upah disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang menetapkan formula kenaikan upah minimum berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi, maupun dalam Peraturan Bupati Bekasi. Kenaikan juga akan dilakukan pada upah sektoral.

“Tetapi upah sektoral itu tentunya kembali lagi, bahwa kalau penetapannya ke Dewan Pengupahan sampai batas penetapan sektor unggulannya. Jadi sektor unggulan ditetapkan terlebih dulu dengan menggunakan kajian oleh Dewan Pengupahan,” tuturnya.

Sesudah diketahui sektor unggulan, barulah kenaikan upah akan dibahas di masing-masing sektor. Misalnya, sektor otomotif dan elektronik akan menentukan besaran kenaikan upah. Ia menegaskan bahwa usulan kenaikan upah mencapai 20 persen berdasarkan formula PP 78 Tahun 2015. Inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang menentukan kenaikan upah.

“Hari ini kita bisa lihat pertumbuhan ekonomi berapa, inflasi berapa, karena regulasinya sudah ada paling ditariknya kesitu. Tapi kalau upah sektornya, tergantung sektornya masing-masing, kalau UMKnya sudah teregulasi di situ,” tukasnya. (oke)

Related Articles

Back to top button