Berita Utama

Nekat Karena Mabok

Lima Pelaku Begal Anggota TNI Ditangkap

Radarbekasi.id – Kepolisian Resor Metro Bekasi meringkus lima pelaku pencurian dengan kekerasan yang menimpa seorang TNI, Sersan Kepala Agus Riyanto (45). Meski mengenakan seragam serta mengendarai kendaraan dinas, para pelaku tetap nekat mencuri hingga melukai korban.

Kelima pelaku, yakni R (14), N (17), I (22), S (17), dan NR (19), ditangkap di sebuah kamar kos di wilayah Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (25/10).

“Ada enam dari total tujuh pelaku yang kami amankan. Satu lagi dalam daftar pencarian orang namun identitasnya telah kami kantongi,” kata Kepala Polrestro Bekasi, Komisaris Besar Candra Sukma Kumara di Mapolrestro Bekasi, Jumat (26/10).

Candra mengatakan, kelima pelaku ditangkap dalam rentang waktu 30 jam setelah kejadian. Para tersangka yang merupakan remaja, bahkan beberapa diantaranya anak di bawah umur. Candra mengimbau kepada orang tua untuk menjaga anak anak, serta berperan aktif dalam pengawasan anak.

“Kami mengimbau kepada orang tua supaya bisa menjaga anak, sehingga hal tersebut bisa menjaga anak dari persimpangan dalam pergaulan. Dengan demikian kenakalan remaja yang terbilang nekat bisa terhindari,”tuturnya.

Menurutnya, dari hasil penyelidikan pihaknya, para remaja berani menjalankan aksinya karena sedang dalam pengaruh minuman keras. Sehingga meskipun seorang anggota TNI yang berseragam serta memperlihatkan kartu anggota, para tersangka ini tetap melakukan niat jahatnya.

“Para tersangka ini bukan hanya sekali, melainkan sudah lebih dari satu kali. Sebab mereka (tersangka) juga memiliki base camp atau tempat berkumpul untuk merencanakan niat jahatnya dengan cara mengontrak rumah,”tuturnya.

Kepada awak media, Kapolres menuturkan kronologis pengungkapan. Yakni setelah menerima laporan, pihaknya langsung olah tempat kejadian perkara. Kemudian mendatangi korban untuk menanyakan ciri-ciri pelaku.

Polisi, kata dia, langsung melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku satu hari setelah kejadian di lokasi kosnya pada Kamis (25/10). “Jadi mereka ini punya tempat singgah, dan di base camp mereka lima pelaku ditangkap, empat yang beraksi serta satu penadah,” katanya.

Namun untuk sementara dua pelaku yang juga masih dibawah umur. Masih buron, yakni A (16) dan R (15).

Candra menceritakan, pembegalan ini berlangsung saat korban dalam perjalanan pulang setelah patroli wilayah. Korban, Serka Agus, merupakan Anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer Tambun.

Dalam perjalanan, saat melintasi perumahan Grand Wisata Tambun, korban dipepet enam pelaku yang mengendarai tiga sepeda motor. Para pelaku lantas menodongkan senjata tajam ke arah korban. Korban sempat membuka jaket untuk memerlihatkan seragam TNI yang dikenakan kemudian mengeluarkan Kartu Tanda Anggota TNI.

“Namun karena para pelaku ini mabuk, sudah tidak sadar betul, mereka tetap menyerang korban. Padahal korban mengenakan seragam dan juga motor yang dikendarai merupakan kendaraan dinas namun tetap diserang,”jelasnya.

Korban sempat melancarkan perlawanan, namun karena jumlah pelaku lebih banyak, korban pun tidak berdaya dengan dua luka bacok pada bagian punggung.

“Karena memang jumlah tidak imbang, korban mengalami bacokan hingga tersungkur. Kemudian para pelaku mengambil telepon genggam korban merek Xiaomi lalu melarikan diri,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, kata Candra, aksi yang dilakukan para pelaku rupanya yang pertama. Sebelumnya, pada 19 Oktober 2018, mereka pun melakukan aksi pencurian dengan kekerasan terhadap seorang buruh, Sarimin (47), pabrik wilayah Toyogiri Kecamatan Tambun Selatan.

“Motifnya sama, pelaku memepet korban dengan dua sepeda motor. Karena sempat melakukan perlawanan, korban pun dilukai pada bagian punggung sebelum berhasil melarikan diri,”ujarnya.

Dalam aksi di Toyogiri tersebut, para pelaku merampas sepeda motor korban dan uang tunai Rp 20 juta yang disimpan di dalam jok motor.

Sebanyak dua bilah senjata tajam jenis cocor bebek serta sebilah celurit diamankan dari para pelaku. Polisi pun mengamankan satu unit sepeda motor yang diduga hasil pencurian serta satu telepon genggam milik korban, Serka Agus.

Atas perbuatannya, paa pelaku diancam pasal 365 KUHP Pidana tentang pencurian dengan kekerasan. “Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara,” kata dia.

Sementara itu, Komandan Distrik Militer 05/09 Kabupaten Bekasi, Letnan Kolonel Henri Yudi Setiawan mengapresiasi kinerja yang berhasil mengungkap kejahatan yang menimpa anggotanya.

Lebih jauh, Henri berharap para pelaku mendapat hukuman yang setimpal. “Saya harap mereka dibina di lembaga pemasyarakatan selama-lamanya sesuai hukuman yang berlaku. Ini jelas mengkhawatirkan karena anggota TNI saja mereka lawan apalagi masyarakat umum,” tegasnya. (and)

Related Articles

Back to top button