Berita Utama

Aktivis Mengaku Dibegal dan Disekap

Radarbekasi.id – Aktivis Kampus Unisma Bekasi, Shendy Hidayatullah (19) mengaku menjadi korban pembegalan dan penyekapan oleh orang tidak dikenal. Dirinya pun mendapatkan sejumlah luka bacok akibat peristiwa tersebut.

Dua peristiwa terjadi di tempat berbeda. Pembegalan terjadi di Jalan Raya sebelah kampus Unisma dan awal penyekapan terjadi di Traffic Light Unisma tepatnya di Jalan Cut Meutia, Kecamatan Bekasi Timur.

Shendy menceritakan, kejadian itu terjadi Kamis (25/10) pukul 01.00. Kejadian bermula ketika dirinya hendak menuju ke warung di sekitar Unisma Bekasi menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat warna merah. Sebelumnya, ia sedang berada di dalam kampus Unisma.

Perjalanan menuju warung kelontong masih aman. Namun, saat hendak kembali ke kampus ia dipepet oleh tiga orang tidak dikenal. Mereka menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Vega berwarna merah.

“Sekitar 50 meter hampir sampai kampus, tiba-tiba ada motor muncul entah dari mana (Vega R merah), tiba-tiba saya dipukuli diteriaki anjing lu, mati lu, turun lu, serahin semua barang-barang lu’,” katanya kepada Radar Bekasi kemarin

Ia juga mengaku dibacok hingga terjatuh bersama sepeda motornya. Lalu ia kembali berdiri untuk menyelamatkan diri.  Namun bukan menggasak motor korban, pelaku justru menunggu di persimpangan jalan.

“Saya kira motor akan diambil karena saya sudah jatuh, mereka malah seperti menjegat saya di ujung dekat portal unisma, di pintu masuk lagi ke kampus, lalu saya berinisiatif untuk mengamankan motor (milik temannya) dan berputar balik,” jelasnya.

Shendy memacu sepeda motornya dengan cepat ke arah Pengasinan menuju ke wilayah Rawa Semut. “Lalu setelah itu saya berteriak-teriak minta tolong, ‘tolong ada begal’, sampe di ujung jalan, di pertigaan jalan, saya ke kiri ke arah jalan raya rawasemut, saya teriak tapi warga tidak menggubris atau tidak mendengar teriakan saya,” tutur dia.

Ketika masuk ke wilayah rawa semut, ia justru mendengar ada yang berteriak ‘begal’  ke arahnya. Ia tidak mengenali siapa orang tersebut. Yang ia tahu, mereka berjumlah dua orang menggunakan sepeda motor jenis Honda Vario.

“Dia menghampiri saya dan berhenti, saya pikir dia mau bantu saya, tapi mereka malah teriaki saya begal, saya dituduh begal oleh mereka yang berkendara motor vario ini. Saya lihat di belakang nggak ada tiga orang yang pukulin saya sebelumnya, berganti dengan orang yang menuduh saya begal ini,”jelasnya

”Saya tancap gas lagi karena takut udah diteriakin begal, di ujung jalan raya rawa semut, saya belok kiri menuju jalan cut mutia, saya liat di spion saya diikuti sama mereka,” paparnya.

Saat sampai di traffic light Unisma, Shendy berhenti karena ada tronton yang melintas. Dia pun diminta turun oleh salah satu dari dua orang yang menggunakan sepeda motor jenis Vario itu. Pada waktu bersamaan ada empat orang turun dari mobil mengaku dari petugas kepolisian dan ingin menangkapnya.

“Lalu saya berteriak saya bukan begal saya mahasiswa Unisma Bekasi tapi saya tidak didengar oleh dia. Lalu seketika ada empat orang turun dari mobil. Seketika dia langsung keluar dan lalu berteriak mereka mengaku sebagai anggota polres Bekasi, setelah itu saya langsung ingin diringkus oleh mereka tetapi saya agak melawan sedikit karena saya merasa tidak bersalah,” katanya.

Shendy mengaku sempat mendapat pemukulan meski dirinya menjelaskan bahwa ia mahasiswa unisma, tapi beberapa orang tersebut tidak menggubris. Hingga akhirnya ia dibawa masuk mobil dengan tangan diikat lakban.

Bukan dibawa ke Polres, ia justru dibawa kesebuah kontrakan. Hingga pagi, ia ditinggalkan di kontrakan yang belakangn diketahui berada di wilayah Pondokgede dengan tangan terikat dan muka dilakban.

Ia memberanikan diri untuk keluar, dan meminta pertolongan warga dan beruntung kontrakan tersebut ditinggalkan tidak dalam keadaan terkunci. Hingga akhirnya ia ditolong ibu-ibu dan suaminya dan memanggil petugas polsek pondok gede.

“Saya menjelaskan saya dibuang oleh oknum yang membuang saya sampai kesini, lalu saya diminta menjelaskan, lalu saya difoto oleh polisi pondok gede lalu saya diserahkan ke Polsek Bekasi Timur,” tuturnya.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Metro Bekasi, Kompol Erna Ruswing Andari menyatakan, dirinya belum mengetahui hal tersebut. Dirinya juga tidak dapat memastikan apakah empat orang yang mengaku sebagai anggota kepolisian itu benar atau tidak. “Saya akan cek dulu,” singkatnya. (neo)

Related Articles

Back to top button