Berita Utama

Perlu Ada Regulasi Penggunaan SOR

Radarbekasi.id – Penggunaan Stadion Sukatani sebagai lokasi Pekan Raya Bekasi (PRB) 2018 kerap menimbulkan protes dari beberapa kalangan selama beberapa waktu kebelakang. Alasannya karena mereka khawatir stadion tersebut akan rusak.

Sekretaris ASKAB PSSI Kabupaten Bekasi, Suryadi mengatakan, protes tersebut bukan untuk menghalangi program Pemkab Bekasi. Tapi, supaya sarana olahraga (SOR) yang sejatinya dipergunakan sebagai lapangan sepak bola dapat digunakan sesuai dengan fungsinya.

“Kritik kita ini bukan untuk menghalangi program pemda. Melainkan untuk kemajuan sepakbola Bekasi. Sebab kalau stadion rusak, pemulihan perlu waktu, dan secara otomatis ssb (Sekolah Sepak Bola) terganggu saat latihan,” katanya, Senin (29/10).

Ia berharap, agar  penggunaan stadion dalam penyelenggaran PRB tahun ini merupakan yang terakhir kali. Meskipun terkait perbaikan stadion akan dibiayai oleh pemerintah. “Jangan sampai ada lagi sarana olahraga untuk kegiatan pameran dan musik yang dapat merusak rumput lapangan,” harapnya.

Suryadi mengusulkan agar Pemkab Bekasi membuat regulasi pemanfaatan sarana olahraga di Kabupaten Bekasi untuk kegiatan non olahraga. Hal itu untuk memastikan penggunaan stadion sesuai dengan fungsinya,

“Perlu ada aturan, jadi yang berencana memanfaatkan stadion untuk kegiatan akan sulit mendapatkan izin. Dan peraturannya juga mengatur kegiatan apa-apa saja yang masih dibolehkan dan tidak untuk di stadion mini,” ujarnya.

“Regulasi itu perlu ada, supaya dalam pemanfaatan berdasar, dan kalau untuk kegiatan juga perlu diatur misalnya tidak ada panggung atau tenda di tengah lapangan yang berpotensi merusak rumput,” sambung Suryadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, Nani Suwarni mengatakan, kegiatan PRB merupakan hajat Pemerintah untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Bekasi. Kegiatan tersebut, kata dia, merupakan salah satu kegiatan yang digunakan sebagai ajang silaturahmi serta memperkenalkan produk asli Bekasi.

“Wajar saja kalau ada polemik, namum setelah beberapa pihak seperti SSB diberi tahu. Bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi akan bikin PRB. Makanya kita perbolehkan karena penyelenggaran PRB itu kan Pemda Kabupaten Bekasi, bukan swasta. Kalau swasta pasti kita larang,” katanya.

Terkait kekhawatiran rusaknya rumput serta fasilitas lainnya, pihaknya akan bertanggung jawab melalui anggaran pemeliharaan. “Saat memberikan pemanfaatan stadion untuk kegiatan, kami juga sudah berkomumikasi untuk menjaga dengan baik fasilitas stadion, namun untuk pemeliharaan stadion yang ada di Kabupaten Bekasi. Kita sudah anggarkan pada APBD tahun 2019,”ujarnya. (and)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button