Metropolis

DPRD Klaim Usulkan Perubahan Lebih Awal

KS-NIK

Radarbekasi.id – DPRD Kota Bekasi telah mengusulkan agar diterapkannya sistem pelayanan kesehatan berjenjang terkait dengan penggunaan Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK). Yakni, agar Pemkot Bekasi mengarahkan pasien ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Puskesmas dan Poliklinik.  Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Chairoman J. Putro.

Ia menyatakan, pihaknya telah menyoroti sistem kartu sehat terkait dengan ketiadaan rujukan atau sistem pelayanan berjenjang. Yakni, kata dia, mengarahkan pasien ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Puskesmas dan Poliklinik sebagaimana yang diatur oleh Permenkes.

“Karena selama ini KS justru mengarahkan setiap pelayanan kesehatan langsung ke RS, sekalipun tidak bersifat kedaruratan atau ditemukan kasus gawat darurat,” katanya di ruang kerjanya di DPRD Kota Bekasi, Selasa (30/10).

Menurut dia, pihaknya telah menyatakan bahwa Perwal tentang Kartu Sehat yang tidak memberlakukan FKTP bertentangan dengan Permenkes. Hal ini menyebabkan mandulnya sistem pelayanan kesehatan yang berorientasi pada preventif promotif di Puskesmas dan Poliklinik.

Sehingga, pelayanan kesehatan berubah menjadi bersifat kuratif (pengobatan) yang pada akhirnya akan berimplikasi pada pembengkakan belanja kesehatan.

Di sisi lain, menurut dia, DPRD bahkan mendorong agar pelayanan kesehatan di Kota Bekasi dapat segera berintegrasi sistem Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS), sebagaimana diamanahkan oleh Undang Undang Kesehatan, PP tentang Program Nasional. Sehingga lebih efisien, tersistematis dan mudah diaudit.

Sebelumnya Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mengungkapkan, kedepan masyarakat tidak bisa lagi langsung menggunakan kartu sehat berbasis NIK untuk berobat ke rumah sakit swasta. Masyarakat harus mendapat rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Saat ini, Pemkot Bekasi juga tengah menyiapkan empat rumah sakit umum tipe D di wilayah Bantargebang, Jatisampurna, Pondokgede dan Teluk Pucung. Agar dapat menjangkau masyarakat yang lokasinya jauh dari RSUD.

“Jadi semua masyarakat yang menggunakan kartu sehat nanti mendapat rujukan dari RSUD dan rumah sakit umum tipe D ini. Untuk penyakit-penyakit kecil bisa langsung ditangani secara preventif dan kuratif. Orientasi kita harus lebih banyak ke rumah sakit umum, karena kartu sehat identik dengan kelas tiga,” ujar Rahmat Effendi kepada awak media, Kamis (25/10) saat Evaluasi Kartu Sehat. (pay)

Related Articles

Back to top button