Berita Utama

Enam Kecamatan Rawan Terdampak Luapan Sungai

Radarbekasi.id – Enam keceamatan di Kabupaten rawan terimbas luapan dari Sungai Citarum dan Sungai Bekasi. Kedua sungai itu berpotensi menyebabkan banjir dengan ketinggian hingga mencapai sekitar satu meter.

Terdapat empat kecamatan yang berpotensi banjir akibat luapan Sungai Citarum yakni Kecamatan Sukakarya, Sukatani, Cabangbungin dan Muaragembong. Sementara, ada dua kecamatan yang berpotensi banjir dari Sungai Bekasi yakni Kecamatan Babelan dan Sukatani.

Demikian hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya.

Adeng menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pemetaan serta membuat posko untuk penanggulangan dampak banjir. Pihaknnya juga telah serta membantu masyarakat yang tertimpa masalah banjir akibat lintasan sungai yang ada di Kabupaten Bekasi.

Selain wilayah yang dilintasi sungai, juga terdapat wilayah yang berpotensi banjir akibat padatnya penduduk dan tersumbatnya drainase di perumahan. Diantaranya ialah Kecamatan Cibitung dan Tambun Selatan.

“Masalah banjir, kita berperan aktif dalam pemberian bantuan logistik. Namun untuk infrastruktur menjadi kewenangan Dinas PUPR, dan BPBD juga sudah berkomunikasi dengan dinas terkait,” katanya kepada Radar Bekasi, Selasa (30/10).

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha menuturkan, pihaknya telah berupaya melakukan pengendalian banjir dengan melakukan normalisasi sungai serta membuat bendungan.

Pihaknya juga telah berkirim surat ke Badan Balai Wilayah Sungai (BBWS) terkait dengan potensi luapan Sungai Citarum dan Sungai Bekasi. “Memang untuk masalah tanggul sungai perlu perbaikan, dan kita sudah berkomunkasi pada tahun 2019 akan ada perbaikan,” ujarnya.

Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, kata Iman, juga akan membuat program inventarisasi irigasi di wilayah selatan dan utara. Serta, mengoneksikan jaringan irigasi dan sungai.

Inventarisasi dilakukan sebagai langkah awal untuk memetakan masalah aliran air. Sehingga, dapat memudahkan dalam pengendalian banjir. “Kita benahi terlebih dahulu daerah irigasi. Sehingga kita bisa mengetahui masalah, dan nantinya aliran air itu melalui pemetaan titik banjir. dapat menyelesaikan kebanjiran,” jelasnya.

Menurutnya, masalah banjir di Kabupaten Bekasi tidak terlepas dari luapan sungai. Maka, dalam mengatasi persoalan tersebut memerlukan peran Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Ya karena sungai ini bukan hanya lintasan di Kabupaten Bekasi saja, seperti sungai Citarum itu melintasi beberapa daerah di Kabupaten  Bekasi, begitu juga Sungai Bekasi,” tuturnya. (and) 

Related Articles

Back to top button