Metropolis

Warga Minta Loket Disdukcapil Ditambah

Radarbekasi.id – Pemandangan Mal Pelayanan Publik (MPP), Bekasi Junction terlihat unik kemarin pagi, Selasa (30/10). Pasalnya, antrean pelayanan terjadi sejak pukul 4.30 WIB. Namun, hanya barang bawaan milik warga yang terlihat di lokasi.

Santoso, warga Perumahan Tytyan Indah, Medansatria yang mau memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) mengaku telah datang di MPP sejak Pukul 05.00 WIB. Dirinya mendapati antrean tunggu yang cukup panjang. Akan tetapi hanya barang milik penunggu.

“Lucu ini, yang antre bukan orangnya tapi barangnya, itu yang dilihat ada tas, dompet, jaket, sepatu,” ungkap Santoso di sela antrean MPP.

Sementara itu, hal lain di rasakan warga Rawalumbu, Siti Sulsila. Ia mengeluhkan pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di MPP. Pasalnya, hanya tersedia satu loket untuk warga yang datang ke MPP.

“Ini antrean panjang banget sejak jam lima pagi, jam tujuh loket baru dibuka. Sebagian besar masyarakat mengarah ke Dukcapil, sedangkan loket Dukcapil hanya ada satu loket saja,” kata Siti dengan nada kesal.

Hal sama juga dirasakan Suningsih, warga Pesona Anggrek. Ia mengatakan, pada Pukul 06.00 WIB dirinya mendatangi Kantor Disdukcapil di Jalan Ir. H. Juanda. Akan tetapi satu jam kemudian ia terpaksa bertolak ke MPP karena kuota penuh.

“Saya datang jam enam, ngantre panjang sambil gendong anak, jam tujuh ambil antrean, tapi saya nggak kebagian karena katanya kuotanya sudah full. Saya capek,” keluh Suningsih.

Ia mengaku, pihak Disdukcapil memberikan arahan ke MPP di Bekasi Junction. Setelah mengikuti arahan petugas, dirinya tetap tidak mendapatkan kuota antrean.

“Saya pindah ke MPP, tapi saya nggak dapet antrean juga. Saya bingung harus gimana lagi ya Allah? Katanya MPP dapat mempermudah masyarakat, tapi saya tidak merasakan saat ini,” ucapnya.

Ia berharap, adanya pelayanan maksimal yang diberikan untuk masyarakat dengan penambahan kuota dan penambahan loket agar masyarakat dapat terlayani dengan baik.

Sementara itu, Staf Pelaksana Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang berada di MPP,Wawan mengatakan,  jka ada yang membantah bahwa yang mengatre bukan orang melainkan tas, sepatu dan lainnya.

Ia menyatakan, layanan di MPP terbatas lantaran blangko KTP-el yang ada terbatas. “Kita masih dibatasi dari blangko KTP-el. Bisa aja kita jor (terus melayani warga) yang nantinya kita akan tutup dalam hal pelayanan permohonan KTP-el dikarenakan kita sendiri pun masih terbatas mengenai blangko KTP-el,” katanya kepada Radar Bekasi, Selasa (30/10).

Wawan mengungkapkan, kuota yang disiapkan di MPP kurang lebih 200 sampai dengan 250. Jika sudah memenuhi kuota, maka warga akan diarahkan ke kantor Disdukcapil Kota Bekasi.

Menurut dia pihaknya telah mengajukan agar loket pelayanan Disdukcapil Kota Bekasi diperluas dan berbeda dengan loket Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi.  Dari kordinasi yang dilakukan Disdukcapil kepada DPMPTSP, menurutnya, loket pelayanan akan diperluas tahun depan.

“Saya rasa warga harap maklum karena kuota dari Disdukcapil sangat terbatas karena masih terkendala dengan blangko KTP-el yang belum maksimal, saya harap warga bisa maklum,”pungkasnya. (pay)

Related Articles

Back to top button