Cikarang

Kasus Mafia Tanah Masuk Tahap Eksepsi

Radarbekasi.id – Kasus tindak pidana sindikat mafia tanah yang beraksi di Kabupaten Bekasi dan melibatkan kepala Desa hingga Camat sudah memasuki tahap sidang eksepsi di Pengadilan Negeri Bekasi.

Kepala Seksi (Kasie) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Shandy Handika mengatakan, tahap sidang mafia tanah sudah memasuki sidang kedua. “Untuk sidang mafia tanah saat ini sudah tahap eksepsi,” katanya Selasa (6/11).

Dijelaskanya, tahap eksepsi adalah tahap penolakan atau keberatan yang disampaikan oleh seorang terdakwa disertai dengan alasan.

Pada kasus tersebut, bukan hanya Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi saja yang menanganinya.Ssebab, dari 11 terdakwa hanya lima yang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi sementara sisanya ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Bandung.

“Kalau yang di kejari kami sudah sidang tapi Kalau yang dikejati belum sidang,” ungkapnya.

Ia menyeatakan, para terdakwa didakwa berkongkalikong. Para terdakwa juga diduga membuat dokumen palsu yang digunakan untuk mengklaim tanah milik orang lain yang berlokasi di Kampung Kelapa, Desa Segaramakmur, Kecamatan Tarumajaya.

“Sampai saat ini kita belum menemukan kesulitan dalam sidang,prosesnya masih melihat fakta- fakta persidangan,” katanya.

Para terdakwa dijerat Pasal 263 dan  264 KUHP yang diantaranya berbunyi ‘barang siapa membuat surat palsu atau surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.

“Para terdakwa dijerat Pasal pemalsuan surat 263  dan 264 ancaman 6 tahun dan 8 tahun,” tuturnya.(and)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 5 =

Close