Berita Utama

Minim Siswa, 110 Sekolah Digabung

Radarbekasi.id – Sebanyak 110 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Bekasi akan dimerger atau digabung. Sekolah – sekolah yang akan digabung ini merupakan sekolah yang berada dalam satu komplek perumahan atau sekolah dengan jumlah murid yang relatif sedikit.

Proses penggabungannya ditargetkan akan terealisasi sebelum tahun ajaran baru atau pada triwulan satu tahun 2019 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzie mengatakan, penggabungan dilakukan untuk melakukan efisiensi anggaran dan tenaga pengajar. Selain itu, hal tersebut juga disebabkan lantaran sekolah yang bersangkutan tidak memenuhi beberapa criteria seperti bangunan sekolah yang tidak terdiri dari dua lantai, sekolah yang tidak memiliki tanah dan tidak memenuhi standar jumlah ruang kelas.

Ali menjelaskan, jumlah SDN di Kota Bekasi berkisar diangka 430. Sementara, jumlah SMPN di Kota Bekasi berjumlah 49 sekolah. Artinya, dengan penggabungan yang dilakukan jumlah SMPN di Kota Bekasi akan bertambah menjadi 58 sekolah.

Rencananya, akan dilakukan pembangunan sembilan unit sekolah baru (USB) SMP setelah dilakukan penggabungan ratusan sekolah dasar itu. Karena, jumlah SMP di Kota Bekasi dinilai masih kurang.

“Memang sekolahannya itu, sekolah SD yang kita bangun itu yang memang luas tanahnya dan ruang kelasnya itu bisa digunakan untuk bisa mendirikan sekolah SMP. Saya kira ini memang merupakan sebuah upaya bagaimana agar sekolah-sekolah SD ini yang sekarang muridnya dan sarananya tidak memenuhi standar supaya bisa kita lakukan penggabungan,” kata Ali kepada Radar Bekasi, Selasa (6/11).

Mengenai nasib dari kepala sekolah di 110 sekolah yang akan digabung, Ali menyatakan, mereka akan mengisi jabatan di sekolah hasil penggabungan. Dan, mengisi kekosongan di sekolah-sekolah yang tidak memiliki kepala sekolah atau mengalami kekosongan karena periodesasinya telah selesai.

Terpisah, Kepala SDN di Kota Bekasi, Sri Nurrohmah menyambut baik rencana tersebut. Namun, menurut dia, perlu dipertimbangkan jumlah murid, guru dan tenaga kependidikan yang tidak mencukupi. Kemudian, sarana dan prasarana yang tidak memadai.

Menurutnya kebijakan penggabungan sekolah tidak ada salahnya kalau itu memang untuk efisiensi. “Dengan catatan kebijakan merger sudah dipikirkan baik buruknya, sudah dikaji secara mendalam, artinya sudah di pertimbangkan segala sesuatunya dan tidak ada yang dirugikan,” pungkasnya. (sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + eight =

Close