Berita Utama

BK Dewan Diminta Rilis Nama Dewan Pemalas

Radarbekasi.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bekasi menantang Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bekasi untuk merilis nama-nama legislator yang malas ngantor dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai wakil rakyat.

Apalagi menjelang Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2019 mendatang, GMNI Bekasi menilai banyak anggota dewan yang masih aktif namun jarang masuk kantor karena sibuk mengurusi pencalonan untuk maju kembali menjadi anggota DPRD Kota Bekasi.

“BK DPRD Kota Bekasi harus mau mengumumkan nama-nama anggota dewan yang malas ke kantor,” desak Ketua GMNI Bekasi, Hallason.

Menurut dia, kalau ada anggota DPRD Kota Bekasi yang tidak aktif masuk kantor, selain mengumumkan di media, juga harus merilis nama-nama secara jelas dan diikuti pemberian sanksi sesuai mekanisme serta tata tertib DPRD.

BK merupakan salah satu alat kelengkapan dewan yang berfungsi untuk mengawasi kedisiplinan para anggota DPRD, sehingga mereka harus berani mengungkap nama-nama legislator yang malas dan tidak aktif menjalankan tugasnya.

“BK sudah seharusnya memberikan rekomendasi dan teguran,” imbuh Hallason.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua GMNI Bekasi, Bowo. Ia mendesak agar BK DPRD untuk lebih berani mengambil sikap tegas dalam menegakkan disiplin kerja pada wakil rakyat dengan menyurati mereka yang malas ngantor, termasuk fraksi dan partai politik yang bersangkutan.

Kalau sampai tiga kali disurati namun tidak ada tanggapan dan respon, maka BK bisa mengambil langkah yang lebih tegas lagi. Sebab pemerintah sendiri telah mengambil kebijakan menaikkan jumlah dana bantuan bagi parpol maupun peningkatan pendapatan anggota legislatif.

“Kenaikan anggaran ini juga wajib dibarengi dengan peningkatan kinerja setiap anggota DPRD,” tegas Bowo.

Untuk diketahui, jumlah anggota DPRD di Kota Bekasi periode 2014-2019 mencapai 50 orang. Hanya saja, belakangan jumlahnya menjadi berkurang akibat ada beberapa diantaranya yang jarang ke kantor untuk mengikuti berbagai agenda rapat dengan berbagai alasan.

Bahkan dalam setiap rapat, baik rapat alat kelengkapan dewan hingga rapat paripurna, legislator yang hadir hanya mencapai 50 persen dari 50 jumlah anggota DPRD Kota Bekasi. (sar)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + 1 =

Lihat Juga

Close
Close