Berita Utama

Korban Satu Keluarga Teridentifikasi

Radarbekasi.id – Korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610  asal Kota Bekasi, Daniel Wijaya beserta anak dan istrinya berhasil teridentifikasi oleh Tim DVI Polri. Jenazah Daniel langsung dimakamkan keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta.

Sementara Rabu (7/11), Radhika Wijaya (4) dan Rafezha Wijaya (1,9) kedua anak Daniel baru berhasil diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA dan medis. Sedangkan istri Daniel, Resti Amelia sudah teridentifikasi pada hari sebelumnya.

Diketahui, Daniel bersama keluarga ketika itu akan kembali ke Pangkalpinang usai mengunjungi neneknya di Perumahan Taman Harapan Baru (THB) Blok 12 A RT 01 RW 025, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria. Rumah tersebut sempat ditinggali Daniel sebelum menikah.

Ya, Daniel diketahui menikah dengan istrinya setelah lama bekerja di Pangkalpinang sejak lulus SMA. Namun sejak kecil korban memang tinggal bersama neneknya, Tiamah, hingga akhirnya pindah ke Pangkalpinang setelah menikah.

Kondisi kediaman nenek Daniel di THB kemarin terlihat kosong. Menurut penuturan satpam setempat, rumah kosong setelah keluarga menerima kabar korban sudah teridentifikasi.

Sebelumnya beberapa sanak saudara dan rekan korban sempat ramai berdatangan ke lokasi tersebut.

”Kalau kemarin-kemarin selalu ramai banyak keluarga dan sahabatnya yang melihat mas. Karena kemarin dapat kabar telah teridentifikasi jadinya keluarga yang ada di sini ikut semua untuk memakamkan Daniel di TPU Tanah Kusir Jakarta,” kata Fahmi petugas kemanaan komplek yang sempat menunjukan kediaman korban ketika tinggal dengan neneknya.

Terpisah, Lurah Pejuang, Isnaini membenarkan bahwa Daniel sempat menjadi warga (THB). Sejak kecil dia memang tinggal bersama dengan neneknya. Meskipun ada orang tuanya, Daniel memilih tinggal bersama neneknya di Perumahan THB.

Sejak lulus SMA, Daniel diajak rekanya bekerja di Pangkalpinang hingga akhirnya Daniel menemukan pasangan hidupnya Resti Amelia dan menikah. Mereka dikaruniai dua anak yang juga ikut menjadi korban pesawat nahas tersebut.

Isnaini yang sempat bertemu nenek korban, Tiamah, menjelaskan pada Sabtu 27 Oktober Daniel dan istri mengunjungi rumah neneknya di perumahan THB Kota Bekasi.

Ketika berpamitan, Daniel tidak biasanya memeluk erat sang nenek. Padahal biasanya Daniel cukup bersalaman sebelum pamit pulang usai berkunjung.

”Daniel, istri dan anaknya berpamitan sambil memeluk neneknya dan itu kata neneknya baru pertama kali ia memeluk nenek saat mau pulang ke Pangkalpinang,” ungkap Isnaini ketika menceritakan kembali penuturan nenek korban pasca kejadian kecelakaan pesawat Lion Air JT 610.

Lanjutnya Isnaini, Daniel memang besar di Bekasi bersama neneknya. Sebelum Daniel menikah masih ber-KTP Kota Bekasi. Istrinya merupakan warga Bangka Belitung, dan sekarang Daniel sudah berdomisili di Pangkalpinang.

”Meski demikian kita akan memantau perkembangan dan jika Istri dan anaknya Daniel akan di makamkan di Kota Bekasi kita akan siapkan tempat pemakamannya,”tambahnya

Pihaknya mengaku sudah menemui keluarga korban dan kini jenazah Daniel sudah dimakamkan.  ”Terpenting jasadnya sudah ditemukan. Kami akan memfasilitasi proses pemakaman, jika keluarga Daniel ingin dimakamkan di sini. Kami selalu siap mencarikan tempat pemakaman di Kota Bekasi, dan saya berharap korban lain juga segera teridentifikasi,”paparnya.

Diketahui, tujuh jenazah penumpang Lion Air JT 610 kembali teridentifikasi oleh tim DVI Polri, Rabu (7/11). Kendatipun, saat sidang rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban terbilang alot.

“Kami sudah mengidentifikasi penumpang Lion Air JT 610, rekonsiliasi berlangsung sangat alot dari pukul 16.00 sampai pukul 18.00,” ujar Ketua Tim DVI Polri Kombes Pol Lisda Cancer di Rumah Sakit Polri Jakarta, Rabu (7/11).

Alotnya sidang rekonsiliasi ternyata tak hari ini saja. Sebab, tim DVI mengidentifikasi jenazah penuh dengan kehati-hatian dan ketelitian sebagai bentuk tanggung jawab baik kepada keluarga maupun sang pencipta.

Adapun ketujuh jenazah yang berhasil diidentifikasi kemarin yakni, Kasan, 63; Eling Sutikno, 59; Sahabudin, 40; AKBP Sekar Maulana, 45; dan Dr Rio Nanda Pratama, 26. Kelimanya berhasil diidentifikasi melalui sidik jari.

Ada pula Radhika Wijaya, 4; dan Rafezha Wijaya, 1,9 bulan yang diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA dan medis. Keduanya merupakan kakak beradik dari pasangan Resti Amelia dan Daniel Wijaya yang telah teridentifikasi pada hari sebelumnya.

Lisda menuturkan, dengan tambahan tujuh orang, berarti total 51 penumpang yang sudah diidentifikasi Tim DVI Polri. “Dengan rincian laki-laki 40 orang dan perempuan 11 orang,” tukasnya. (pay/dna/jpc)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × three =

Lihat Juga

Close
Close