Berita Utama

Walhi Pelajari Fenomena Tanah Peponcol

Radarbekasi.id – Fenomena alam munculnya hawa panas dan bau menyengat dari tanah di Kampung Peponcol RT 01/03, Desa Ridomanah, Cibarusah, mendapat perhatian Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Direktur Walhi Jakarta, Puput T D Putra menilai, fenomena alam tersebut harus dilihat kateristik wilayahnya. Perlu pemetaan apakah ada indikasi dari salah satu perusahaan, atau memang itu murni fenomena alam yang terjadi di waktu- waktu tertentu.

Berkaca kejadian Lumpur Lapindo, hal itu kata dia jelas jelas karena adanya campur tangan aktivitas manusia atau industri, sehingga dampaknya tidak baik untuk alam dan mahluk hidup disana.

 “Itu harus dilihat juga naturalisasinya seperti apa, kalau sekarang saya harus eksplor dulu, apakah itu skalanya normal, alami, atau memang ada hal-hal lain yang menyebebkan kebocoran, atau hal yang dilakukan manusia,” ucapnya ketika diwawancara Radar Bekasi, Rabu (7/11).

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Mulyana Mukhtar meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi melakukan observasi memastikan fenomena tersebut.

Dinas terkait diakuinya harus bisa memastikan kondisi itu aman atau tidak untuk masyarakat sekitar.

“Saya disini sebagai perwakilan masyarakat disana, saya meminta harus ada observasi secepatnya. Apakah itu sebuah potensi alam atau gas, apa ini sebagai fenomena yang harus segera ditangani secara serius, agar warga tidak bertanya-tanya,” jelasnya yang juga terpilih dari Dapil tersebut.

Lanjut Mulyana,  melihat kebelakang, pernah ada kejadian di Kampung Kandang Roda, Desa Serang, ketika warga menggali tanah untuk sumur namun justru keluar gas.

 “Setau saya, kalau daerah kering itu kalau tanah di gali bukan air yang keluar, tapi gas yang keluar, karena  sebelumnya pernah terjadi di Serang,” jelasnya memprediksi

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Jaohrul Alam yang coba dikonfirmasi terkait persoalan tersebut belum bisa dijumpai. Ketika Radar Bekasi menyambangi kantor Dinas LH, Jaohrul tidak berada di tempat. “Bapanya lagi cuti,” ujar salah satu staf di Kantor Dinas LH Kabupaten Bekasi. (pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − ten =

Lihat Juga

Close
Close