Metropolis

Jatiasih Paling Banyak

Pemkot Perbolehkan Penjualan Miras

Radarbekasi.id – Sebanyak 1510 botol minuman keras (miras) berbagai merk dimusnahkan di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Kamis (8/11). Miras tersebut merupakan hasil operasi petugas selama dua bulan dari September sampai Oktober 2018.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Bekasi, M Hambali mengatakan, ribuan botol miras ini disita dari warung jamu atau kios di 12 kecamatan yang ada diwilayah Kota Bekasi.

“Miras yang kita amankan itu hasil penyisiran petugas gabungan, satpol PP, TNI, Polisi dan Pemkot Bekasi. Dan paling banyak miras yang diamankan itu dari wilayah kecamatan Jatiasih dari catatan kita.” kata Hambali.

Menurut dia, ribuan botol itu dimusnahkan karena penjual tidak mampu menunjukkan surat izin usaha penjualan minuman beralkohol (SIUP MB). Berbeda bila di tempat hiburan malam, kafe dan hotel yang sudah mengantongi izin resmi untuk menjual minuman beralkohol,

“Atas dasar itulah kita melakukan tindakan, Para pemilik kios dan warung jamu mendapat pembinaan dari petugas dan mirasnya yang sudah disita untuk dimusnahkan,” ujarnya.

Hambali pun menjelaskan, razia miras ini juga mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) No 17 tahun 2009 tentang Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Minuman Keras di Kota Bekasi.

Dia menampik bahwa pemerintah daerah melarang warganya menjual miras. Menurutnya, warga bisa berjualan miras asalkan mengikuti aturan yang berlaku.“Kita memperbolehkan, tapi ada aturan jelas yang harus mereka patuhi seperti izin dan lainnya,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono menambahkan, peredaran miras tanpa mengantongi izin sangat rawan disalahgunakan. Sehingga, menimbulkan keresahan di masyarakat yang lain karena bisa saja penjual tersebut menjualnya secara bebas tanpa mengenal usia.

Pasalnya, menurut dia, efek buruk mengonsumsi miras secara berlebih dapat menurunkan tingkat kesadaran seseorang yang berujung pada perbuatan kriminal dan sejenisnya.

“Awal dari setiap aksi kriminal dari catatan kebanyakan dan biasanya dimulai dengan menenggak minuman keras, dengan begitu akal sehat mulai menghilang sehingga menimbulkan tingkah laku yang kurang terpuji, Karena Miras mengandung zat etanol yang bisa menurunkan kemampuan syaraf menjadi tidak sadar serta tidak bisa mengontrol emosi,” katanya.

Ia mengintruksikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Bekasi agar bersama-sama melakukan pengawasan peredaran miras di wilayah setempat.

Dirinya juga meminta agar pelaku usaha dan masyarakat untuk mematuhi aturan Pemerintah yang berlaku terhadap peredaran miras.

“Diharapkan pemusnahan barang bukti sitaan yang berjumlah 1.510 dari berbagai macam merek minuman keras ini dapat memberikan teguran keras bagi penjual Miras yang tidak mematuhi aturan,” ungkapnya. (pay)

Related Articles

Back to top button